AS Serang Iran, Selat Hormuz Ditutup Total

Internasional News Terkini

TAHERAN, MEDIAJAKARTA.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Di tengah eskalasi konflik yang semakin tajam, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas pelayaran hingga waktu yang belum ditentukan.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Otoritas Selat Teluk Persia Iran (PGSA) melalui akun resminya di platform X, Kamis (11/6). Dalam pernyataannya, PGSA menyebut keputusan itu diambil menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan yang dipicu oleh tindakan militer Amerika Serikat serta pengumuman terbaru dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

“Karena ketegangan yang dipicu pasukan agresif AS dan pengumuman terbaru Angkatan Bersenjata Republik Islam, Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya,” tulis PGSA, seperti dikutip Mediajakarta.com dari Sputnik.

Otoritas tersebut juga meminta seluruh operator kapal dan pihak yang telah mengantongi izin transit untuk bersabar serta menunggu pemberitahuan lebih lanjut mengenai operasional jalur pelayaran strategis tersebut.

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena jalur laut ini merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi global. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Langkah Iran dilakukan hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Teheran sengaja mengulur-ulur proses perundingan. Trump bahkan menyatakan kesiapan Washington untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Pada hari yang sama, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan yang menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Konflik terbaru ini merupakan lanjutan dari ketegangan yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Saat itu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk wilayah Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menewaskan sejumlah warga sipil.

Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah.

Meski kedua pihak sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, upaya diplomasi yang dilanjutkan melalui perundingan di Islamabad belum membuahkan hasil signifikan. Tidak adanya terobosan dalam pembicaraan tersebut membuat ketegangan kembali meningkat dan memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan serta keamanan pasokan energi dunia.

Penutupan Selat Hormuz juga berpotensi mengguncang pasar energi global. Para analis memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di jalur pelayaran tersebut dapat mendorong lonjakan harga minyak dunia dan memperburuk ketidakpastian ekonomi internasional (Marwan Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *