JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Timur terus memperkuat kualitas kader ulama agar mampu menjawab tantangan zaman.
Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Pengembangan Pemahaman Keterampilan Literasi Calon Ulama dalam Mendukung Penguatan Peran Keulamaan di Lingkungan MUI Jakarta Timur” yang digelar di Aula KH. Didi Supandi, Kantor MUI Jakarta Timur pada tanggal 22 Mei 2026 lalu.
Kegiatan yang diikuti peserta Program Pendidikan Dasar Ulama (PDU) MUI Jakarta Timur itu menghadirkan dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rudi Muhamad Barnansyah, M.Pd.I, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Rudi menegaskan bahwa ulama masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu agama. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan literasi yang baik agar mampu menyampaikan dakwah secara efektif, termasuk melalui berbagai platform digital.
“Literasi tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, hingga menyampaikan informasi secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Rudi.

Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat membutuhkan figur ulama yang mampu menjadi rujukan terpercaya dalam menjawab persoalan keagamaan, sosial, hingga kebangsaan berdasarkan sumber-sumber Islam yang otoritatif.
“Calon ulama perlu memiliki keterampilan literasi yang memadai agar mampu menjadi rujukan masyarakat dalam menyikapi berbagai persoalan secara bijak,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi tentang penguatan literasi keagamaan, teknik membaca referensi ilmiah, penulisan karya ilmiah sederhana, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan edukasi masyarakat.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai tantangan berdakwah di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.
Ketua Umum MUI Jakarta Timur, KH. Didi Supandi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Program Pendidikan Dasar Ulama tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga membentuk ulama yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Literasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon ulama agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” kata KH. Didi Supandi.
Sementara itu, pengurus Pendidikan Dasar Ulama MUI Jakarta Timur, Ust. Latif, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan MUI Jakarta Timur.
Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional para peserta PDU.
Melalui kegiatan ini, MUI Jakarta Timur berharap lahir kader-kader ulama yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga cakap dalam literasi informasi, mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, serta menjadi agen pencerahan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, pengurus MUI Jakarta Timur, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pembinaan calon ulama di Jakarta Timur (Wan)

