PULAU PARI, MEDIAJAKARTA.COM– Komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif terus diperkuat oleh Universitas Negeri Jakarta melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada 11-12 Maret 2026.
Lewat keterlibatan aktif dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Dr. Sari Narulita, para guru SD dan SMP diajak memperkuat pembelajaran inklusif berbasis Universal Design for Learning (UDL).
Kegiatan tersebut menjadi bagian nyata kontribusi kampus dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-10 mengenai pengurangan kesenjangan.
Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh refleksi, para guru di Pulau Pari berbagi pengalaman mengenai tantangan pendidikan di wilayah kepulauan. Mulai dari keterbatasan akses belajar hingga pendampingan siswa dengan hambatan belajar ringan menjadi pembahasan utama dalam kegiatan tersebut.
Menurut Dr. Sari Narulita, pendidikan inklusif tidak hanya berbicara soal metode belajar, tetapi juga kepedulian guru dalam memahami setiap anak secara manusiawi.
“Setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, guru perlu menghadirkan ruang belajar yang aman, ramah, dan setara agar semua siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran,” ujarnya.
Melalui pendekatan Universal Design for Learning (UDL), para guru diperkenalkan pada berbagai strategi pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.
Pendekatan ini memungkinkan siswa belajar melalui cara yang lebih beragam sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga memperlihatkan bagaimana peran perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Kehadiran UNJ di Pulau Pari sekaligus menegaskan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dari ruang-ruang kelas sederhana di wilayah pesisir, tumbuh semangat bersama untuk membangun pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan setara bagi seluruh anak Indonesia.
Di tengah tantangan pendidikan di daerah kepulauan, langkah kecil yang dilakukan bersama para guru ini menjadi harapan besar bagi terciptanya masa depan pendidikan yang lebih manusiawi dan berkeadilan (Wan)

