JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis perekonomian Ibu Kota akan terus tumbuh positif meski di tengah tekanan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Menurutnya, sejumlah indikator makro menunjukkan performa ekonomi Jakarta terus mengalami perbaikan.
Optimisme itu disampaikan Pramono saat membuka Jakarta Budget Talks bertema Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7).
“Alhamdulillah, Jakarta makro ekonominya atau performanya, baik itu pertumbuhan, inflasi, dan sebagainya mengalami perbaikan,” kata Pramono.
Ia menilai, menjaga optimisme menjadi kunci agar laju pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap terjaga di tengah situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian.
“Jadi menjaga optimisme ini menjadi sangat penting di tengah kondisi yang seperti ini karena global yang uncertainty,” ujarnya.
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen
Pramono mengungkapkan, ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya aktivitas perdagangan, konsumsi masyarakat, mobilitas warga, hingga optimisme pelaku usaha yang tetap terjaga.
Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional juga masih sangat besar, yakni mencapai 16,67 persen. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan tersebut.
Perdagangan hingga Kuliner Jadi Motor Pertumbuhan
Dari sisi struktur ekonomi, sektor perdagangan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta dengan kontribusi 18,06 persen.
Di posisi berikutnya terdapat sektor jasa keuangan sebesar 11,08 persen, disusul industri pengolahan yang menyumbang 10,96 persen.
Sementara jika dilihat dari laju pertumbuhannya, sektor akomodasi dan makan minum menjadi yang paling melesat dengan pertumbuhan 10,84 persen. Kemudian disusul sektor jasa lainnya sebesar 8,37 persen, serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,31 persen.
APBD 2026 Mulai Mengalir, Pramono Minta Penyerapan Dipercepat
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga memaparkan perkembangan pelaksanaan APBD DKI Jakarta Tahun 2026 yang nilainya mencapai Rp81,32 triliun.
Hingga 30 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp29,29 triliun atau sekitar 41 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp24,73 triliun atau 33,3 persen dari target.
Untuk pembiayaan daerah, penerimaan telah terealisasi sebesar Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target. Sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp574,9 miliar atau 8,17 persen.
Pramono juga menyebut sebanyak 118.161 paket pengadaan telah berhasil diselesaikan.
“Dari jumlah tersebut sebanyak 118.161 paket pengadaan telah terselesaikan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat penyelesaian paket-paket yang masih berjalan agar manfaat anggaran bisa segera dirasakan masyarakat.
Pramono juga mengingatkan agar penyerapan anggaran tidak kembali menumpuk pada penghujung tahun.
“Dengan demikian, karena sekarang ini sudah bulan Juli, saya meminta betul untuk dilakukan dari sekarang,” tegasnya.
Keyakinan Konsumen Masih Tinggi
Optimisme terhadap ekonomi Jakarta juga tercermin dari tingkat kepercayaan masyarakat. Pada Juni 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta berada di level 144,4, menunjukkan masyarakat masih percaya terhadap prospek ekonomi ke depan.
Di sisi lain, daya beli warga juga tetap kuat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan penjualan riil yang meningkat 8,9 persen secara tahunan pada Juni 2026.
Menutup sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang tetap patuh membayar pajak. Ia memastikan seluruh penerimaan pajak daerah akan dikelola secara transparan dan dikembalikan dalam bentuk pembangunan serta pelayanan publik yang lebih baik bagi warga Jakarta (Wan).

