Area Stasiun Bundaran HI Direvitalisasi, Bakal Jadi Ruang Multifungsi Baru di Pusat Jakarta

Jakarta News Terkini

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM– Area di sekitar Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta akan mengalami perubahan besar.

Pemerintah bersama PT MRT Jakarta tengah melakukan revitalisasi kawasan tersebut menjadi ruang multifungsi baru yang terhubung dengan berbagai fasilitas di pusat kota.

Proyek ini membuat rekayasa lalu lintas diberlakukan di Jalan MH Thamrin sejak 10 April hingga 30 Mei 2026.

Selama pekerjaan berlangsung, sebagian trotoar, jalur sepeda, dan badan jalan dipagari untuk area kerja proyek.

Akibatnya, konfigurasi jalan yang sebelumnya terdiri dari satu jalur sepeda, tiga lajur kendaraan reguler, dan satu jalur TransJakarta, sementara diubah menjadi tiga lajur mixed traffic.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menjelaskan proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan bawah tanah di sekitar stasiun.

“Dalam perencanaannya akan dibangun ruang multifungsi serta tambahan tiga akses masuk (entrance) baru, dua di sisi barat stasiun dan satu di sisi timur,” ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (14/4).

Dua akses masuk tersebut akan dilengkapi tangga dan eskalator, sementara satu akses lainnya menyediakan elevator yang langsung terhubung dengan area pejalan kaki di kedua sisi Jalan MH Thamrin.

Tak hanya itu, akses tersebut juga akan terkoneksi dengan halte TransJakarta di kawasan Bundaran HI, sehingga memudahkan perpindahan moda transportasi bagi masyarakat.

Selain pembangunan ruang multifungsi, proyek ini juga mencakup pembangunan menara ventilasi dan sistem pendingin bawah tanah untuk menunjang kenyamanan stasiun.

Targetnya, proyek pengembangan ini selesai pada pertengahan 2027.

Menurut Rendy, revitalisasi ini bertujuan menjadikan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sebagai pusat kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD), dengan koneksi langsung ke berbagai bangunan komersial di sekitarnya.

Sebagai informasi, stasiun yang berada sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah ini termasuk salah satu stasiun MRT tersibuk di Jakarta. Setiap bulan, jumlah penumpangnya mencapai 450 ribu hingga 500 ribu orang.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat ketika proyek fase 2A MRT Jakarta segmen Bundaran HI–Monas mulai beroperasi.

Revitalisasi ruang multifungsi ini juga disiapkan untuk mendukung operasional fase lanjutan MRT hingga Kota yang ditargetkan selesai pada 2029.

Jika rampung, kawasan Bundaran HI diproyeksikan menjadi simpul transportasi modern di jantung ibu kota—tempat bertemunya MRT, TransJakarta, jalur pejalan kaki, hingga kawasan komersial dalam satu koneksi terpadu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *