Pulau Pari Bicara Teknologi! Guru PAI Kini Belajar Susun Modul Ajar dengan AI Deep Learning

News Tekno Terkini

PULAU PARI, MEDIAJAKARTA.COM – Transformasi digital pendidikan kini mulai menjangkau wilayah kepulauan.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di SMP Negeri Satu Atap 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Senin (11/5/2026), dengan fokus memperkuat literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi para guru.

Kegiatan bertajuk “Pendampingan Pemanfaatan Media Generatif Modul PAI Berbasis Artificial Intelligence dengan Pendekatan Deep Learning untuk Guru” itu menjadi langkah konkret untuk membantu guru menghadapi tantangan pembelajaran di era digital, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pengembangan profesional.

Sebanyak 25 guru mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias. Mereka diajak langsung mempraktikkan penggunaan platform SI-PEMA berbasis Gemini AI melalui laman bit.ly/sipema untuk menyusun modul ajar Pendidikan Agama Islam sesuai standar Kurikulum Merdeka.

Tak sekadar mendengarkan teori, para peserta juga mencoba sendiri proses penyusunan modul, mulai dari memasukkan parameter pembelajaran, memanfaatkan pemrosesan AI, hingga menghasilkan modul siap pakai untuk kegiatan belajar mengajar di kelas.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Banyak guru yang awalnya merasa asing dengan teknologi AI justru mulai menunjukkan rasa penasaran tinggi setelah melihat bagaimana media generatif mampu mempercepat proses administrasi pembelajaran.

Pemateri kegiatan, Ahmad Nur Fahmi, M.Pd., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya mengenalkan teknologi baru, tetapi juga bagian dari strategi besar mendukung transformasi digital pendidikan nasional.

“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi membantu guru bekerja lebih efektif dan kreatif, terutama dalam menyusun perangkat pembelajaran,” ujarnya.

Salah satu momen menarik muncul ketika seorang peserta bertanya apakah AI generatif juga bisa digunakan untuk menyusun Program Tahunan dan Program Semester.

Pertanyaan itu langsung disambut positif oleh pemateri yang menilai teknologi AI sangat memungkinkan dikembangkan untuk mendukung perencanaan pembelajaran yang lebih luas dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya menghasilkan modul ajar PAI berbasis GenAI, tetapi juga mulai membangun komunitas belajar berbasis teknologi di lingkungan sekolah mitra.

Program tersebut sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah kepulauan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *