Pemprov DKI Gaspol! Sungai Dikeruk Serentak, Ikan Sapu-Sapu Diburu

Jakarta News Terkini

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap melakukan aksi besar-besaran membersihkan sungai. Pengerukan sedimen hingga pengendalian ikan sapu-sapu bakal digelar serentak di lima wilayah kota administrasi, Jumat mendatang.

Langkah ini bukan sekadar bersih-bersih biasa. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, operasi ini menyasar dua masalah sekaligus: pendangkalan sungai dan ledakan populasi ikan sapu-sapu.

“Kami sudah memutuskan dalam rapat tadi, di lima daerah kita akan adakan kegiatan untuk mengurangi ikan sapu-sapu. Tapi tidak semata-mata itu, kita juga mengangkut sedimen dan memperbaiki saluran air,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/4).

Ikan Sapu-Sapu Jadi Ancaman Serius

Pemprov menilai ikan sapu-sapu bukan sekadar gangguan biasa. Spesies ini disebut merusak keseimbangan ekosistem sungai karena memangsa ikan-ikan lokal.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ikan ini ternyata tidak aman dikonsumsi. Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan zat berbahaya di dalam tubuhnya melebihi ambang batas. “Kadar batas itu 0,3 miligram, tapi ikan sapu-sapu lebih dari itu. Ada timbal dan zat berbahaya lainnya. Sangat berbahaya kalau dikonsumsi manusia,” tegas Pramono.

Rusak Tanggul hingga Kebal Kondisi Ekstrem

Masalah tak berhenti di situ. Ikan sapu-sapu juga dikenal membuat lubang-lubang sarang di bantaran sungai. Kebiasaan ini berdampak serius karena dapat merusak struktur tanggul.

Tak heran, populasi ikan ini sulit dikendalikan. Selain agresif, ikan sapu-sapu juga dikenal sangat kuat dan mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan, bahkan di air yang tercemar sekalipun.

Bersih Sungai, Selamatkan Ekosistem

Lewat pengerukan sedimen dan pengendalian ikan invasif ini, Pemprov DKI berharap kualitas sungai di Jakarta bisa kembali membaik.

Selain mengurangi risiko banjir akibat pendangkalan, langkah ini juga diharapkan mampu mengembalikan keseimbangan ekosistem serta melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan.

Aksi serentak ini pun menjadi sinyal bahwa Pemprov DKI mulai tancap gas menangani persoalan klasik sungai Jakarta—dari hulu hingga hilir (Wan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *