JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM— Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan di pasar kripto.
Berdasarkan pembaruan Insight BTC per 25 November 2025 yang dipantau Mediajakarta.com, aset digital terbesar di dunia itu kini berada di zona tekanan jual yang kuat dan diperdagangkan mendekati level support krusial di Rp1.435.276.062.
Secara teknikal, tren jangka pendek BTC masih didominasi sentimen bearish. Mayoritas indikator rata-rata bergerak memberikan sinyal jual, sementara RSI bergerak mendekati area oversold, membuka peluang terjadinya technical rebound.
Namun, momentum pasar saat ini masih berada di tangan para penjual.
Minim Katalis Fundamental, Pasar Tetap Bergantung pada Sentimen Makro
Laporan tersebut menunjukkan tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang menjadi pendorong harga BTC pada periode terbaru.
Pergerakan masih ditentukan dinamika pasar global, kebijakan moneter, serta tingkat adopsi institusional.
Media internasional menyoroti potensi pemotongan suku bunga The Fed sebagai faktor yang dapat memberi “nafas” bagi aset berisiko, termasuk kripto.
Namun kondisi pasar masih sensitif terhadap volatilitas.
Sentimen Pasar Campuran: Optimisme Institusional vs Tekanan Teknis
Sentimen pasar dilaporkan berada pada zona campuran.
Optimisme muncul dari aktivitas institusional, termasuk pembelian yang dikaitkan dengan tokoh seperti Cathie Wood dan manajer investasi besar seperti Ark Invest.
Namun, sentimen positif tersebut dibayangi dua faktor:
- Tekanan jual teknikal yang masih kuat
- Kekhawatiran volatilitas di tengah menurunnya volume perdagangan
Dengan begitu, pasar tetap bergerak hati-hati. Konsensus analis juga menunjukkan sikap serupa: waspada, meski peluang jangka pendek tetap terbuka.
Analis Tetap Hati-hati: RSI Rendah Jadi Peluang, Tapi Tekanan Jual Masih Besar
Beberapa analis dari Seeking Alpha mempertahankan rating beli jangka menengah, melihat RSI yang mendekati area rendah sebagai potensi titik akumulasi.
Di sisi lain, lembaga riset lain menilai dominasi tekanan jual masih terlalu kuat untuk mengkonfirmasi pembalikan tren.
Institusi besar disebut tetap melakukan akumulasi bertahap, namun para analis menekankan bahwa sinyal teknis bearish masih mendominasi.
Risiko Tinggi: Volatilitas Masih Mendominasi Gerak Harga BTC
Insight tersebut juga menyoroti beberapa risiko utama bagi BTC:
- Volatilitas tinggi
- Tekanan regulasi global
- Ketergantungan pada sentimen makroekonomi
- Potensi penurunan likuiditas, yang dapat memperlebar swing harga
Investor diminta untuk memonitor dua level harga penting:
- Support utama: Rp1.435.276.062
- Resistance terdekat: Rp1.504.119.869
Keduanya dianggap sebagai batas teknikal yang dapat menentukan arah pergerakan BTC dalam waktu dekat.
Peluang Ada, tapi Risiko Dominan
Dengan kombinasi tekanan teknis, minim katalis fundamental, dan volatilitas yang tinggi, outlook jangka pendek Bitcoin dinilai berisiko.
Meski demikian, beberapa tanda minat institusional dan RSI yang mendekati oversold membuka peluang trading bagi investor yang berpengalaman (Wan)

