JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Prof. Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Dr. Amarulla Octavian sebagai Wakil Kepala BRIN, di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/11/2025).
Upacara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.
Dua Akademisi dan Tokoh Nasional
Prof. Arif Satria dikenal sebagai Rektor IPB University (Institut Pertanian Bogor) sekaligus Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 2021–2026. Sosok akademisi ini dikenal vokal dalam isu pangan berkelanjutan dan inovasi pertanian modern.
Sementara itu, Prof. Amarulla Octavian merupakan purnawirawan TNI AL berpangkat Laksamana Madya (bintang tiga) yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) pada periode 2020–2023.
Keduanya dipercaya untuk memimpin arah kebijakan riset dan inovasi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Pesan Prabowo: BRIN Harus Jadi Motor Inovasi
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa BRIN memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian bangsa melalui riset dan inovasi.
Ia menekankan pentingnya sinergi riset nasional untuk mendukung program pemerintah di sektor pangan, energi, dan air.
“BRIN harus menjadi motor utama dalam memanfaatkan kemajuan teknologi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari sisi ilmu pengetahuan,” ujar Prabowo.
Presiden juga meminta BRIN untuk menyatukan potensi riset di berbagai daerah, agar hasil penelitian dapat langsung dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan mempercepat kemajuan bangsa.
Sumpah Jabatan Wakil Ketua MA
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut menyaksikan pengucapan sumpah jabatan Dr. Dwiarso Budi Santiarto sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Bidang Non-Yudisial.
Pengangkatan Dwiarso ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 101/P Tahun 2025 (Wan)

