JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM– Hasil survei Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 mencatat kontras tajam antara tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dan kepercayaan masyarakat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sebanyak 79,9% responden menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Angka ini menegaskan kuatnya legitimasi politik Presiden di awal masa pemerintahan, sekaligus menempatkan institusi Presiden sejajar dengan TNI sebagai lembaga yang paling dipercaya publik.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menyebut tingginya kepuasan publik dipengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap ketegasan pemerintah dalam pemberantasan korupsi serta penyaluran bantuan sosial yang dinilai tepat sasaran dan langsung dirasakan.
Di sisi lain, survei ini justru membuka rapor merah bagi DPR. Lembaga legislatif tercatat sebagai institusi dengan tingkat kepercayaan publik terendah dibandingkan lembaga negara lainnya.
Data Indikator menunjukkan, hanya 53% responden yang menyatakan percaya kepada DPR, sementara 36% responden menyatakan kurang percaya dan sisanya menyatakan tidak percaya atau tidak menjawab. Capaian ini tertinggal jauh dari tingkat kepercayaan terhadap Presiden, TNI, hingga Kejaksaan Agung.
Rendahnya kepercayaan publik terhadap DPR mengindikasikan masih kuatnya persepsi negatif masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat, mulai dari fungsi legislasi, pengawasan, hingga kedekatan dengan kepentingan publik.
Survei ini memperlihatkan ironi di tengah kuatnya legitimasi eksekutif: kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan rakyat justru belum bergerak signifikan. Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi DPR untuk melakukan pembenahan menyeluruh agar tak semakin ditinggalkan publik.
Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada awal 2026 dengan metode wawancara responden dan margin of error sekitar 2–3 persen (Wan)

