JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM– Suasana Masjid Pondok Pesantren Nurul Syarofa, Ahad (10/8/2025) siang, berubah riuh penuh semangat.
Ratusan santri dan wali santri duduk rapi, matanya fokus mendengarkan paparan tim dari Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta (IKTJ) yang tengah menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru.
Acara ini dibuka langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Syarofa, Ustadz Muhammad Salim Bajri, L.C., M.Si, dan disaksikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Syarofa Agustina Putrajaya bersama Ibu Yanti Winarto. Hadir pula Rektor IKTJ Prof. Dr. Dewi Susanna, Dra, MS yang menyampaikan sambutan hangat.
Wakil Rektor III IKTJ, Ns. Dwi Agustina, M.Kep., Sp.Kep.MB, menjadi bintang utama sesi ini. Dengan gaya komunikatif, ia memaparkan enam program studi unggulan IKTJ yang terbagi dalam dua fakultas.
-
Fakultas Ilmu Kesehatan: Sarjana Keperawatan, Profesi Ners, Manajemen Informasi Kesehatan (Rekam Medis Digital), dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
-
Fakultas Teknik: Teknik Lingkungan dan Teknologi Pangan.
Tak hanya menjelaskan jurusan, Bu Dwi juga membedah tuntas proses pendaftaran, sistem tes masuk, masa perkuliahan, magang, hingga peluang kerja, termasuk kesempatan emas bekerja di luar negeri melalui pelatihan tenaga kerja internasional.
“Banyak seminar, pelatihan, bahkan fasilitas beasiswa yang bisa dimanfaatkan, mulai dari Beasiswa Tahfidz, Prestasi, KIP, hingga Beasiswa Yayasan Jakarta. Ada juga opsi cicilan dan pinjaman pendidikan,” ujarnya, yang langsung disambut anggukan puas para wali santri.
Antusiasme benar-benar terasa. Dari 98 peserta yang hadir—mulai santri, wali santri, guru, pengurus pondok hingga mahasiswa IKTJ—hampir semua berebut mengajukan pertanyaan. Suasana makin seru karena setiap penanya mendapat doorprize berupa souvenir cantik berlogo IKTJ.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Syarofa, Agustian Putrajaya, menegaskan dukungan penuh yayasan untuk santri melanjutkan pendidikan tinggi.
“Lulusan santri harus bisa menggapai mimpi lewat pendidikan lanjutan,” ujarnya.
Senada, Ustadz Muhammad Salim Bajri menekankan pentingnya memadukan landasan agama dengan ilmu pengetahuan.
“Agama menjadi pondasi, tapi santri juga harus mengembangkan minat dan bakatnya, bahkan berkarya hingga ke luar negeri,” tegasnya.
Sosialisasi ini diharapkan mampu membuka wawasan santri dan wali santri tentang peluang kuliah di IKTJ sekaligus memotivasi mereka untuk tidak takut bermimpi besar (Wan).

