Rosan Pilih Luke Thomas Pimpin BUMN Ekspor, Anas Urbaningrum: Utamakan Anak Negeri yang Cakap

Bisnis News Terkini

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Chief Executive Officer (CEO) Rosan Roeslani membeberkan alasan di balik penunjukan Luke Thomas Mahony untuk memimpin BUMN khusus ekspor, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Menurut Rosan, Luke Thomas dipilih karena dinilai memiliki pengalaman panjang serta jaringan internasional yang kuat di sektor industri terkait.

Rosan menegaskan, keputusan tersebut tidak diambil secara sembarangan. Ada berbagai pertimbangan strategis yang telah dikaji secara matang sebelum akhirnya Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai nahkoda PT DSI.

“Track record yang baik menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain itu, pengalaman dan networking global yang dimiliki juga dinilai mampu memperkuat posisi perusahaan dalam ekspansi pasar ekspor,” ujar Rosan dalam keterangannya.

Penunjukan sosok asing untuk memimpin perusahaan strategis milik negara itu pun mulai memantik perhatian publik.

Sejumlah kalangan menilai pemerintah tetap perlu memberi ruang besar bagi talenta nasional yang memiliki kapasitas dan pengalaman mumpuni.

Mantan Ketua Umum PB HMI sekaligus eks Anggota DPR RI, Anas Urbaningrum, turut memberikan pandangannya terkait polemik tersebut.

Menurut Anas, sikap mengutamakan sumber daya manusia dalam negeri tidak identik dengan anti terhadap tenaga asing.

“Tidak perlu anti asing untuk menyatakan penting mengutamakan anak negeri yang cakap dan berpengalaman mengelola urusan ini,” kata Anas.

Ia menilai Indonesia memiliki banyak putra-putri terbaik yang layak dipercaya memimpin sektor-sektor strategis nasional, termasuk di bidang pengelolaan sumber daya dan ekspor.

“Dan saya percaya bahwa stok anak negeri yang layak dipercaya tidak sedikit. Yakin ada!” tegasnya.

Pernyataan Anas itu langsung mendapat respons positif dari sejumlah warganet. Banyak yang menilai Indonesia memang perlu memperkuat kepercayaan terhadap kapasitas sumber daya manusia lokal, terutama dalam pengelolaan perusahaan strategis yang berkaitan dengan kepentingan nasional.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai penunjukan profesional asing tetap bisa dipahami sepanjang dilakukan untuk memperkuat daya saing global perusahaan dan disertai transfer pengetahuan bagi talenta nasional (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *