Pramono Anung: Jakarta Butuh Dai yang Menyejukkan agar Tetap Aman dan Damai

Jakarta News Terkini

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya peran para pendakwah dalam menjaga suasana Ibu Kota agar tetap aman, nyaman, dan damai.

Ia mengingatkan para dai dan daiyah untuk selalu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan serta menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat menutup acara Grand Final Dai–Daiyah Pilihan Piala Gubernur yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12).

“Jakarta ini perlu dai-daiyah yang menyampaikan pesannya secara menyejukkan. Karena Jakarta sekarang ini, alhamdulillah, hampir semua kegiatan keagamaan berlangsung dengan aman, nyaman, damai, dan membahagiakan,” ujar Pramono.

Ia mencontohkan berbagai kegiatan keagamaan berskala besar yang rutin digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan dapat berlangsung tertib tanpa gangguan. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator bahwa kondisi sosial dan keagamaan Jakarta saat ini berada dalam suasana yang sejuk dan kondusif.

Dalam kesempatan itu, Pramono—yang akrab disapa Pram—juga mengingatkan para pendakwah untuk menjaga konsistensi sikap antara apa yang disampaikan di atas mimbar dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa pendakwah seharusnya menjadi teladan, bukan justru terjebak dalam gaya hidup mewah yang dipamerkan melalui media sosial.

“Pesan dakwah harus sejalan dengan kehidupan sehari-hari. Jangan sampai apa yang disampaikan berbeda dengan yang dipraktikkan,” pesannya.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus menjaga hubungan yang harmonis antara ulama dan umara. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk merawat semangat Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

“Saya selalu menjaga agar hubungan antara ulama dan umara bisa berjalan dengan baik,” tandas Pramono (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *