Dari 168 Jam di Irak ke Era Algoritma: Ketika Meutya Hafid Berada di Kursi Komdigi
Ketika sang wartawan berada di kursi yang mengatur ruang digital Ramadi, Irak, Februari 2005. Di sebuah wilayah yang akrab dengan suara tembakan, dua wartawan Indonesia kehilangan sesuatu yang paling sederhana sekaligus paling mahal: kebebasan. Meutya Hafid dan kamerawan Budiyanto sedang menjalankan tugas jurnalistik ketika kendaraan mereka dihentikan kelompok bersenjata di kawasan Ramadi. Kontak terakhir dengan […]
Continue Reading
