Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon, Indonesia Desak Hentikan Kekerasan

Internasional News Terkini

Aksi serangan pasukan Israel ke wilayah Lebanon. dok: Bloomberg

BEIRUT, MEDIAJAKARTA.COM– Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman keras atas serangan militer Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut, yang menewaskan ratusan warga sipil dan merusak infrastruktur.

Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter.

“Serangan ini berisiko memperburuk ketegangan regional yang membahayakan keamanan global,” tulis Kemlu RI melalui platform X, Kamis (9/4/2026).

Indonesia pun mendesak Israel untuk segera menghentikan seluruh bentuk agresi di Lebanon. Pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas umum sesuai ketentuan hukum internasional.

Tak hanya itu, Indonesia menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi.

“Upaya deeskalasi harus segera dilakukan. Dialog harus dikedepankan untuk mencegah situasi semakin memburuk,” demikian pernyataan tersebut.

Serangan Terbesar, Ratusan Korban Jiwa

Di sisi lain, laporan dari lapangan menyebutkan serangan udara besar-besaran mengguncang Beirut pada Rabu (8/4). Serangan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali memanas awal Maret lalu.

Sedikitnya 254 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut, dengan 92 korban berada di Beirut. Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga terjadi di berbagai titik permukiman.

Eskalasi ini terjadi di tengah dinamika geopolitik kawasan, setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Pihak Iran menyebut penghentian serangan di Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan tersebut. Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa konflik di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata.

Ia menyebut situasi di Lebanon sebagai “konflik yang terpisah”.

Indonesia Dorong Perdamaian

Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah. Pemerintah berharap seluruh pihak dapat menahan diri demi menghindari eskalasi yang lebih luas.

Ketegangan yang terus meningkat dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga stabilitas global secara keseluruhan (Wan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *