Jakarta Masuk 15 Besar Kota dengan Transportasi Publik Terbaik Dunia, Kalahkan Banyak Kota Top

Jakarta News Terkini

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Transportasi publik Jakarta kembali mendapat pengakuan di level internasional. Ibu Kota masuk 15 besar kota dengan transportasi publik terbaik di dunia berdasarkan survei Time Out 2026.

Jakarta berada di peringkat ke-15 dengan tingkat penilaian positif sebesar 79,2 persen. Posisi ini meningkat dua peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di urutan ke-17.

Survei Time Out tersebut melibatkan lebih dari 24.000 warga di berbagai kota dunia. Responden diminta menilai transportasi publik di kota masing-masing menggunakan skala satu hingga lima, mulai dari buruk hingga sangat baik.

Peringkat kemudian disusun berdasarkan persentase warga yang menilai layanan transportasi publik di kotanya sebagai “baik” atau “luar biasa”. Dalam pemeringkatan ini, setiap negara hanya diwakili satu kota dengan skor terbaik.

Jakarta Kalahkan Sejumlah Kota Dunia

Posisi Jakarta cukup menarik karena berada di atas sejumlah kota besar dunia. Jakarta mengungguli Stockholm yang berada di posisi ke-14? Tidak—Stockholm justru berada di peringkat ke-14 dengan skor 80,3 persen.

Jakarta berada satu tingkat di bawah Stockholm, tetapi masih mengungguli Riyadh, Hamburg, Amsterdam, Vancouver, dan Oslo.

Berikut posisi teratas versi Time Out 2026:

  1. Taipei — 95 persen
  2. Singapura — 93,5 persen
  3. Hong Kong — 92,8 persen
  4. Edinburgh — 92,4 persen
  5. Seoul — 91,1 persen
  6. Zurich — 90,7 persen
  7. Wina — 90,3 persen
  8. Tallinn — 85,3 persen
  9. Helsinki — 83,6 persen
  10. Medellín — 83 persen
  11. Shanghai — 82,7 persen
  12. Warsawa — 81,9 persen
  13. Osaka — 81,6 persen
  14. Stockholm — 80,3 persen
  15. Jakarta — 79,2 persen.

Peringkat 2 di Asia Tenggara

Capaian Jakarta juga membuat Ibu Kota menjadi kota dengan transportasi publik terbaik kedua di Asia Tenggara, hanya berada di bawah Singapura yang menempati posisi kedua dunia. Di tingkat Asia, Jakarta berada di peringkat ketujuh.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyebut peningkatan peringkat tersebut tidak terlepas dari semakin terintegrasinya berbagai moda transportasi di Jakarta.

Mulai dari MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek hingga Mikrotrans kini semakin terkoneksi dalam ekosistem transportasi perkotaan.

“Jakarta sekarang ini untuk dunia, yang tahun lalu menduduki peringkat 17 naik menjadi peringkat 15 terbaik dunia,” ujar Pramono saat ditemui di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

Integrasi Jadi Pekerjaan Rumah Berikutnya

Meski masuk 15 besar dunia, capaian tersebut bukan berarti persoalan transportasi Jakarta telah selesai.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperluas konektivitas, terutama antara Jakarta dan kawasan penyangga.

Pramono mengatakan pengembangan Transjabodetabek akan menjadi salah satu fokus untuk menghubungkan Jakarta dengan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Penguatan konektivitas tersebut diharapkan dapat membuat semakin banyak masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi publik.

Dengan kata lain, posisi 15 dunia bisa menjadi batu loncatan, bukan garis akhir bagi Jakarta sebagai kota global.

Pertanyaannya sekarang: apa yang harus diperbaiki agar transportasi Jakarta bisa menembus 10 besar dunia?

Apakah soal ketepatan waktu, kepadatan penumpang, integrasi antarmoda, perluasan rute, tarif, akses pejalan kaki, atau konektivitas dengan wilayah Bodetabek?

Sobat Jakarta, menurut kamu apa yang paling mendesak dibenahi? Spill pendapatmu di kolom komentar! (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *