‘Jokowi hanya Bertahan Satu Periode’

0 21.192

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM-Langkah Jokowi untuk melanjutkan periode kepemimpinannya dinilai semakin berat. Pasalnya, kinerja pemerintahan Jokowi diperiode pertama ini masih menyisakan berbagai persoalan krusial. Pandangan itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais, di forum diskusi yang digagas oleh Akar Rumput Strategic Consulting bertajuk “Catatan Politik Akhir Tahun 2017 dan Proyeksi Tahun Politik 2018”, di Jakarta, Jumat (29/12/2017).

“Sangat berat untuk dua periode. Presiden Jokowi hanya akan bertahan satu periode saja,” ungkapnya.

Menurut Hanafi, secara umum kinerja pemerintahan Jokowi tidak buruk, namun ada beberapa persoalan krusial yang menjadi ekspektasi publik, tidak menunjukkan hasil yang diharapkan, terutama kinerja pemerintah di bidang ekonomi.

“Ada tiga persoalan yang tidak menggembirakan seperti mahalnya harga kebutuhan bahan pokok, sulitnya lapangan kerja dan daya beli menurun,” terangnya.

Hanafi menilai, jika Presiden Jokowi tidak mampu membereskan masalah ini, tentu akan hadir figur lain yang mampu menuntaskan masalah ini.

“Harus disadari, saat ini rakyat sedang membutuhkan figur yang bisa menjawab kegelisahan mereka, utamanya masalah ekonomi ini. Jika Jokowi lengah, tentu akan muncul figur baru,” tandas Hanafi, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Namun pandangan politisi PAN ini cukup kontras dengan opini yang berkembang di publik. Sebab, dari sekian jajak pendapat dan hasil survei yang diluncurkan beberapa lembaga survei, masih menempatkan Jokowi pada posisi teratas dan mampu dua periode.

Lembaga survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), misalnya, lembaga ini bahkan mengklaim Jokowi akan mulus melenggang di periode kedua. Jokowi hanya kalah bila melawan kotak kosong.

“Karena ini Pilpres, maka Jokowi tentu tidak hanya akan melawan kotak kosong, pasti ada pesaingnya,” terang Hendri Satrio, Pengamat Komunikasi Universitas Paramadina.

Dari sekian banyak figur yang disebut-sebut bakal bertarung dengan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang, nama Prabowo Subianto yang paling dianggap bisa menyaingi Jokowi.

Beberapa lembaga survei meyakini Jokowi dan Prabowo diklaim akan kembali bertarung di Pilpres 2019 mendatang. Berkaca dari hasil survei sepanjang tahun 2017, rupanya Jokowi dan Prabowo masih menjadi tokoh paling diminati oleh rakyat di Pilpres.

Hasil survei Litbang Kompas periode April 2017 menyebutkan, Jokowi dan Prabowo masih bersaing ketat. Ada 41,6 Persen responden memilih Jokowi, sementara 22,1 persen memilih Prabowo.

Pada awal Oktober 2017, Litbang Kompas juga mengadakan survei lanjutan. Hasilnya, elektabilitas Jokowi naik 46,3 persen, sementara Prabowo turun menjadi 18,2 persen.

Sementara itu, hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tahun 2017 ini, juga tidak jauh berbeda. Hasilnya, Jokowi masih mengungguli Prabowo Subianto. Survei di bulan Juni 2017, SMRC mencatat, elektabilitas Jokowi sebesar 53,7 persen, sedangkan Prabowo sebesar 37,2 persen. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: