Sandi Gagas Petisi Ramaikan Tanah Abang

0 121

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM-Wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno melontarkan gagasan untuk membuat petisi ramaikan tanah abang. Pemikiran itu sebagai respon atas suara ribuan warga net yang menandatangani petisi online agar Pemrov DKI mengembalikan fungsi trotoar Tanah Abang.

“Kami menghormati semua kritik dan suara warga Jakarta. Karena itu saya berfikir untuk meluncurkan petisi agar warga meramaikan tanah abang, sehingga PKL kita tidak lagi berjualan di jalan,” terang Sandi di Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017).

Menurut Sandi, kebijakan tentang penataan Tanah Abang terlalu dini untuk dipersoalkan. Sandi secara terbuka siap berdialog dengan siapapun termasuk warga net yang menyuarakan protesnya melalui petisi online.

“Kita siap mengundang warga untuk berdialog guna mencari solusi terbaik tentang penataan tanah abang. Protes boleh saja, tapi juga ada solusi yang ditawarkan,” imbuhnya.

Selain soal aktivitas PKL di trotoar, Sandi juga berharap ada solusi yang bisa ditawarkan oleh warga, khususnya untuk pedagang di Blok G, Tanah Abang.

“Kita sangat berharap lahir gagasan baru dan solusi bagi PKL agar Blok G bisa ramai pembeli. Ya, konsepnya bisa dalam bentuk kolaborasi,” terangnya.

Sebelumnya, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menata kawasan Tanah Abang untuk para Pedagang Kaki Lima menuai reaksi pro dan kontra. Selain dari kepolisian dan anggota legislatif, reaksi kontra bahkan disuarakan melalui petisi online.

Hingga Jumat (29/12/2017) pukul 11.35 WIB, petisi tersebut telah ditandatangani 36.591 orang. “Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyied Baswedan dalam pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang dengan melakukan penutupan jalan Jati Baru Raya sejak tanggal 22 Desember 2017 telah mencederai hukum yang berlaku tentang Jalan (UU No. 22 Tahun 2009 – UNDANG-UNDANG TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN ),” demikian bunyi petisi itu.

Dengan dalih melakukan penataan, Gubernur memfasilitasi para PKL dengan memberikan tenda gratis bagi para pedagang tersebut di atas jalan yang peruntukannya jauh lebih besar daripada para PKL tersebut. Penutupan jalan dilakukan selama 10 jam setiap harinya (08:00 – 18:00 WIB). (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: