Tangkal Banjir, DKI Rencana Bikin Danau di Depok

0 62
Ilustrasi Danau/ setu rawa kalong di Depok. Foto : Istimewa.

JAKARTA, MJ- Pemprov DKI Jakarta berencana membeli lahan di kawasan Depok, yang selanjutnya dijadikan danau, sebagai salah satu cara mengatasi banjir di ibu kota.

Keinginan membeli lahan ini
diutarakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang
menyayangkan sikap Pemkot Depok yang masih memberi izin membangun di
bantaran Ciliwung. Padahal, beberapa lokasi di bantaran Ciliwung
berkontur rendah.

“Kita semua tahu teori, Jakarta tak berdiri sendiri,
makanya untuk sungai Ciliwung, seperti di Depok yang konturnya rendah
jangan diberi izin mendirikan rumah. Bukan kita mau mencampuri urusan
Depok, hanya dibutuhkan kerja sama,” ujarnya, Sabtu (16/11) seperti dilansir situs resmi Pemda DKI, beritajakarta.com.

Sejauh
ini, menurut Basuki, pihak Pemprov DKI bersedia membeli jika ada
pemilik lahan di bantaran Kali Ciliwung Depok yang mau menjual lahannya.
Sedangkan pengelolaannya bila sudah dibeli akan kembali diserahkan ke
Pemkot Depok.

“Jika pemiliknya mau jual, DKI akan beli lahan itu
untuk menjadi danau. Itu nanti bisa kita serahkan ke Depok untuk
dikelola, tak masalah, bisa kerja sama,” ucapnya.

Tentang
kesinambungan kebijakan, Basuki menegaskan, bukan bermaksud ingin
mencampuri urusan wilayah lain. Mengenai kerja sama sendiri, menurutnya
sudah dirintis sejak masa Sutiyoso menjadi gubernur.

“Jakarta
harus sudah menjadi megapolitan sehingga harus ada kesinambungan.
Seperti halnya transportasi kita sudah membentuk otoritas transportasi
Jabodetabek,” katanya.

Namun demikian, Basuki menyadari bahwa
sebagai wilayah pemerintahan, Depok memiliki otoritas. Dirinya pun tidak
bisa memaksa bila memang Pemkot Depok memiliki kebijakan sendiri.

“Tapi
kalau Depok tetap kasih izin yang daerah landai kemudian diuruk untuk
didirikan rumah, ya itu hak pemerintah Depok. Makanya dibutuhkan tangan
pemerintah pusat untuk intervensi,” tandasnya. (Budi/BJ).

Leave A Reply

Your email address will not be published.