Banjir Pun Jadi Hiburan

0 23

JAKARTA,MJ- Meluapnya Sungai Pesanggrahan membuat seluruh wilayah RT 19/03 Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan tergenang banjir.  Namun,di tengah rasa duka dan kekhawatiran para orangtua dalam pengungsian, anak-anak terlihat ceria bermain air dan genangan.

Tawa riang anak-anak SDN 03 Pagi Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan seketika menyeruak saat bel lonceng sekolah dibunyikan dua jam lebih cepat dibandingkan waktu pulang sekolah biasanya. Anak-anak yang terlihat mengenakan seragam pramuka lengkap dengan atribut pita dan topi baret berwarna coklat itu itu tidak lantas merapikan buku pelajaran dan pulang ke rumah.
Seluruhnya pun mulai melepas sepatu hitam dan berlarian bersusulan ke
lokasi banjir yang berada persis di depan gerbang sekolah.

Di
gang sempit yang letaknya sedikit menurun, aliran air yang semula
tenang meluncur deras beriak. Anak-anak yang berusia sekitar lima tahun
sampai dengan 12 tahun itu terlihat mulai menceburkan kaki dan berjalan
melawan arus layaknya sang petualang.

Sementara itu, beberapa anak
lainnya terlihat iseng dan mulai melempari beberapa potong sampah
plastik berisi air ke arah kumpulan anak-anak lainnya. Tak ayal, karena
terlanjur basah, anak-anak yang semula hanya berdiri menonton di ujung
genangan karena takut pakaiannya basah akhirnya terpancing untuk bermain
air bersama.

Senyum ceria anak-anak pun semakin keras saat awan
mendung yang sudah terlihat sejak pukul 12.00 WIB siang mulai menitikan
air hujan yang bertambah deras. Layaknya bermain di wahana waterboom,
anak-anak mulai meluncur dengan sepotong papan yang dijadikan sebagai
papan peluncur.

Nayla (12) siswa Kelas 6 SD N 03 Pagi Ulujami,
Pesanggrahan, Jakarta Selatan yang terlihat basah kuyub itu mengatakan
dirinya senang saat banjir melanda rumahnya.

Sebab,
katanya, walaupun harus mengungsi dan tidur di penampungan, dirinya
yang mengaku menjadi juara kelas ini senang bisa bermain air dan
berkumpul dengan teman-teman sepermainannya di pengungsian.

“Saya
senang kok om kalau banjir, kenapa sedih, kan malah bisa main air sama
berenang. Lagian kan kita jadi ngumpul rame-rame, tidurnya bisa barengan
sama teman-teman saya ini,” ungkapnya polos sembari merangkul dua
temannya yang juga basah kuyup.

Ditemui di lokasi pengungsian,
Sasana Krida Karang Taruna Kelurahan Ulujami, Subur (40) warga RT 19/03
Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan juga mengaku sudah biasa saat banjir kiriman melanda rumahnya yang hanya berada sekitar 20 meter dari bibi Sungai Pesanggrahan.

Ditemani
istri dan kedua orang anak laki-lakinya, dirinya pun terlihat bahagia
saat menyantap nasi bungkus yang diletakan ditengah-tengah persimpuhan
anak dan istrinya. Walaupun katanya, dirinya khawatir kalau kedua
anaknya main hujanan dan berenang di genangan.

“Kalau banjir
seperti ini sih sudah biasa, tidak apa-apa, soalnya petugas kelurahan
sudah siapkan semua. Kalau saya sih, selama anak bisa makan sama tidur
enak, banjir kayak gini nggak jadi masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 19/03 Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Suranto mengatakan, kondisi banjir saat ini masih bisa ditangani dengan baik. Sebab seluruh persiapan dan lokasi pengungsian sudah disediakan sejak awal.

Diungkapkannya, seperti bencana banjir
sebelumnya, terdapat dua tempat pengungsian saat ini, yakni Gedung
sasana krida dan Masjid jami Almukaromah yang berada di atas permukiman
warga.

Sedangkan, tambahnya, apabila ketinggian air meningkat dan
jumlah pengungsi bertambah, warga juga akan diungsikan ke dua Sekolah
Dasar yaitu 03 dan 04 Pagi Jalan H Rohimin, Ulujami, Pesanggrahan,
Jakarta Selatan.

“Menurut data sementara, ada sebanyak 150 jiwa yang sudah terdaftar mengungsi di masjid dan gedung serbaguna. Tapi kalau banjir
melebar dan jumlah pengungsi meningkat, yaitu total keseluruhan warga
ada sebanyak 400 jiwa atau 120 KK akan diusngsikan di sekolah,” katanya
saat ditemui Warta Kota.

Lebih lanjut, diungkapkannya, Karena wilayah ini rawan banjir, sesuai petunjuk dan pelatihan Sudin Sosial, persiapan Pra banjir
sudah disiapkan, antara lain, alat-alat evakuasi, seperti perahu karet,
ban pelampung, dan tambang, perlengkapan dapur sudah siap serta
pembuatan posko dapur umum, matras, dan selimut.

Selain itu,
tambahnya, persiapan logistik juga sudah disiapkan warga. Bantuan yang
berasal dari Sudin Sosial Jakarta Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, dan
Kelurahan Ulujami tersebut berupa beras, sarden, mie instan, dan air
minum.

“Stok makanan dan air bersih sudah kami antisipasi sejak
awal. Stok logistik di lapangan dibatasi hanya untuk konsumsi per hari,
hal ini untuk mengantisipasi kerusakan logistik apabila ada banjir susulan, karena seluruh stok logistik ada di kelurahan, jadi tinggal ditelepon saja, warga bisa langsung ambil,” jelasnya.

Untuk
sore ini, warga sudah menyiapkan sebanyak 400 nasi bungkus yang dimasak
langsung oleh para relawan dari Tagana (Taruna Siaga Bencana) Ulujami
dan Relawan Wilayah Bencana RT 19/03 serta ibu-ibu rumah tangga.

Namun,
tambahnya mengenai masalah yang terjadi biasanya saat pasca banjir,
seperti sampah dan penyakit yang mulai menjakit warga, seperti infeksi
saluran pernafasan atas (ISPA) dan penyakit kulit, bantuan tenaga medis
juga sudah disiagakan dari Puskesmas kelurahan Ulujami dan kecamatan
Pesanggrahan.

“Cerita banjir
di wilayah ini sudah dari tahun 70an, kalau ketinggian air dua meter
seperti sekarang juga sudah biasa, makanya pihak kelurahan, kecamatan
dan Sudin sosial sudah antisipasi seluruh kebutuhan, mulai dari pra banjir sampai pasca banjir,” ungkapnya.

Selain
itu, tambahnya, selain kebutuhan yang bersifat teknis, bantuan mengenai
informasi dari BPPD mengenai ketinggian air di wilayah hulu selalu
diterimanya. Sehingga penanganan dan tindakan cepat bisa diinformasikan
kepada seluruh warga.

“Lewat radio, BPPD infokan kalau pintu air Pesanggrahan
sudah masuk siaga 3 kemarin malam (Selasa, 12/11) sekitar pukul 21.00
WIB. Ketinggian air terus naik sampai sekitar pukul 04.00 WIB pagi
dengan ketinggian mulai dari satu sampai satu setengah meter,” jelasnya.

Sumber: Warta Kota

Leave A Reply

Your email address will not be published.