Calon Walikota Jaksel Tunggu Persetujuan DPRD

0 16
Ilustrasi sidang DPRD DKI Jakarta. Foto : Kabarjakarta.com

JAKARTA, MJ-Paska dicopotnya, Anas Effendi
dari kursi Walikota Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo,
langsung menyiapkan penggantinya dengan mengusulkannya kepada DPRD DKI.
Nama calon yang sudah di tangan DPRD ini, tinggal menunggu persetujuan
saja, untuk kemudian dilakukan pelantikan.

“Ada wakilnya sudah aman. Kalau dibilang kinerja kan
mesti diganti dua-duanya, ini tidak. Ini cuma ganti, wakil naik,” ujar
Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jumat (15/2).

Mengenai alasan pemindahan Anas Efendi dari Walikota Jakarta Selatan
ke Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD), Basuki mengaku
tidak mengetahui jelas. Menurutnya hal tersebut diusulkan oleh
Sekretaris Daerah DKI. “Tanya Pak Sekda yang lebih tahu. Mungkin
penyegaran lebih bagus,” katanya.

Lagipula, lanjut Basuki, jabatan Kepala (BPAD) memang sudah kosong
karena ditinggal pensiun oleh Maman Achdiat. “Kosong karena memang Pak
Maman pensiun, makanya harus cari orang untuk di sana. Terus Pak Sekda
usul yang paling tepat di arsip dan perpustakaan itu Pak Anas yang
Walikota Jakarta Selatan,” tutur Basuki.

Saat ini jabatan Walikota Jakarta Selatan, dipegang oleh Pelaksana
harian (Plh) yang juga Wakil Walikota Jakarta Selatan Syamsudin Noor.
“Mungkin salah satu alasannya wakilnya lebih mirip Pak Jokowi kali. Coba
lihat tampangnya Pak Anas dan Pak Syamsudin mana yang lebih mendekati
potongan Pak Jokowi,” guraunya.

Sementara itu, setelah tidak hadir
dalam acara pelantikan kemarin, Anas Effendi akhirnya bertemu Wakil
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Anas tiba dikantor Basuki, Jumat
(15/2) sekitar pukul 14.30 memakai baju sadariah putih bersama seorang
staf perempuan.

Hanya sekitar 15 menit lamanya, Basuki berbincang dengan Anas. Dan akhirnya pergi untuk melaksanakan tugas di luar.”Saya tidak panggil. Ya kita mengobrol saja terkait mengapa beliau diganti,” tutur Basuki.

Menurut
Basuki, memang Anas menanyakan terkait pencopotannya dari jabatan
Walikota Jakarta Selatan. “Ya dia tanya salahnya apa, ya saya bilang
tidak ada salah. Kalau kinerja jelek pasti semua sama wakil diganti kan,
ini kan wakilnya kita naikan berarti bukan masalah kinerja soal rotasi
aja,” jelasnya.

Sementara saat keluar dari Kantor Wakil Gubernur,
Anas tidak mau berkomentar banyak. “Silaturahmi saja, namanya sama
atasan,” tandasnya.

Sedangkan saat ditanya mengenai rencananya
setelah menjabat menjadi Kepala BPAD, Anas menolak menjawab. “No
Comment, no comment,” ucapnya singkat sambil menuruni tangga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.