Ini Dia Penyebab Pluit Teredam Banjir

0 8
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB DR Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan banjir Jakarta . Foto : Antara.

JAKARTA, MJ-Hingga saat ini sebagain daerah Kecamatan Penjaringan yang
meliputi 4 kelurahan yaitu Kelurahan Pluit, Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Penjagalan,
dan Kelurahan Kapuk masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Ada
beberapa titik yang mencapai 2 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB DR Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan penyebab terjadi banjir di Pluit karena
Waduk Pluit dan Kali Angke Hilir meluap dan hujan setempat. Tanggul
waduk Pluit yang memiliki luas 80 hektar tidak jebol. Dari sekitar
270.000 jiwa warga Kecamatan Penjaringan yang terdiri dari empat
kelurahan, sebanyak 7.413 jiwa terpaksa diungsikan ke 15 posko setempat.

Jebolnya tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) di Jl. Latuharhary pada Kamis
(17/1) menyebabkan banjir menggenangi kawasan sebagian Jl. Sudirman,
Bunderan HI, Jl Thamrin dan sekitarnya. Sungai Cideng yang memiliki
kapasitas debit 30 m3/detik menerima beban tambahan debit dari tanggul
sungai yang jebol di Jl. Latuharhary  sekitar 30 m3/detik.  Tentu saja
Kali Cideng. Pada saat bersamaan pompa di Waduk Melati berkapasitas
12m3/detik dan Pompa Cideng berkapasitas 7 m3/detik juga mati. Demikian
pula BKB juga penuh. Dengan matinya pompa air maka banjir makin tidak
terkendali.

Waduk Pluit menerima aliran dari Kali Cideng dan beberapa sungai yang
banjir. Panel 2 pompa banjir berkapasitas 35 m3/detik dan 4 m3/detik di
Waduk Pluit terendam banjir dan tidak beroperasi. Akhirnya banjir meluas
karena pasokan debit ke Waduk Pluit terus terjadi, sementara itu
pembuangan air tidak berjalan.

Hal tersebut diperparah oleh pasang laut yang makin
bertambah. Pasang laut tertinggi pada Sabtu (19/1) terjadi pada pukul
07.35 yaitu tinggi 0,87 meter. Pada Minggu (20/1) pasang tertinggi
terjadi pukul 07.51 yaitu 0,91 meter. Demikian juga Senin (21/1) pukul
08.10 setinggi 0,94 meter. Bahkan pada Kamis (24/1) hingga Sabtu (26/1)
pasang tertinggi mencapai 1 meter antara 09.09 – 09.46. Tentu ini
berpotensi terjadi rob air laut.

Pemerintah terus melakukan upaya penanggulangan banjir di Pluit. Tanggul
di Latuharhary telah selesai ditutup. Pompa Waduk Melati telah
dihidupkan. Pompa air dari Dinas PU DKI Jakarta dan Kementerian PU
dikerahkan ke Pluit untuk mengurangi banjir. BNPB mengerahkan pasukan
Armarbar. Beberapa titik posko telah didirikan oleh Marinir, Kopassus,
Basarnas, Tagana dan lainnya untuk memberikan bantuan evakuasi,
distribusi kebutuhan dasar, logistic, kesehatan dan sebagainya.

Ia juga menambahkan,  kemungkinan pasang tertinggi akan terjadi pada Senin (21/1) pukul 08.10
setinggi 0,94 meter. Bahkan pada Kamis (24/1) hingga Sabtu (26/1) pasang
tertinggi mencapai 1 meter antara PUKUL 09.09 – 09.46 WIB. Tentu ini
berpotensi terjadi rob air laut. (Jekson Simanjuntak)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: