Awas Cuaca Ektrem Landa Indonesia

0 13

Arah pergerakan angin Monsun Asia. Sumber BMKG.
JAKARTA,
BL-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan
intensitas tinggi masih akan melanda sebagian besar wilayah di Indonesia yang berlangsung 2 atau 3 mendatang.  
Hal tersebut terungkap dalam rilis BMKG
mengenai analisis kondisi cuaca minggu ini dan prospek cuaca 1 minggu kedepan
yang dipublis situs BMKG  (17/1).
Menurut pihak BMKG, hujan lebat dan sedang yang
melanda Indonesia dan menyebabkan sejumlah daerah terendam banjir terutama
Jakarta, terjadi karena adanya pergerakan aktivitaas Monsun Asia. Monsun Asia
adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara
periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan.
Angin Monsun di Indonesia ada dua macam yaitu
angin Monsun Asia dan angin Monsun Australia. Yang sedang terjadi sekarang
adalah angin Monsun Asia (barat) yang biasanya bertiup sekitar bulan Oktober –
April, tapi anehnya ini terjadi di pertengahan Januari. Mungkin inilah dampak
dari perubahan iklim sehingga cuaca makin susah diproyeksi, tidak seperti
biasanya.
Angin Monsun bertiup saat matahari berada di belahan
bumi selatan, yang menyebabkan Benua Australia musim panas, sehingga bertekanan
rendah . Sedangkan Benua Asia lebih dingin, sehingga tekanannya tinggi. Inilah
yang menyebabkan perbedaan cuaca di Indonesia dan Australia.
Aktivitas Monsun Asia ini akan berdampak dengan
akan meluasnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Selatan, Lampung,
Bengkulu, sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Potensi adanya
peningkatan curah hujan dengan intensitas tinggi berpeluang terjadi di pulau
Jawa pada akhir pekan minggu ini. 
Menguatnya aktifitas Monsun Asia menurut BMKG,
merupakan faktor yang menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan angin yang
memanjang mulai dari Sumatera bagian selatan, jawa, hingga Nusa Tenggara.
Dimana daerah tersebut di dalam ilmu meteorologi merupakan wilayah potensial
untuk pertumbuhan awan hujan. 
BMKG memperkirakan curah hujan dengan
intensitas tinggi masih akan terjadi beberapa hari ke depan khususnya wilayah
Puncak, Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan prakiraan curah hujan bulanan pada
periode musim hujan 2013, puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia
jatuh pada bulan Januari sampai Maret 2013. Hasil riset BMKG, hampir seluruh
wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan, khusus Jabodetabek, curah
hujan paling tinggi ada di bulan Januari dan Februari.
Menurut
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Soepriyo, puncak curah hujan akan ada di dua
bulan tersebut, namun fluktuatif, Oleh karena itu, hal ini masih perlu
diwaspadai oleh masyarakat, karena saat ini sudah mulai memasuki puncak curah
hujan. “Potensi terjadinya cuaca buruk dengan curah hujan intensitas tinggi
selalu terjadi pada periode ini,”kata Soepriyo dalam siaran persnya (17/1). 

Untuk jangka waktu 3 hari ke depan potensi
curah hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya relatif cukup tinggi, tentu
ini akan memperparah banjir yang terjadi di Jakarta yang kini telah menelan 5
korban tewas dan dengan jumlah pengungsi menurut data hari ini sekitar 15.423
jiwa.(Marwan Azis).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: