Untuk Urusan Limbah, Jakarta Terbelakang

0 14
Jokowi Ciliwung. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

JAKARTA, MEDIAJAKARTA— Menteri Pekerjaan Umum Djoko
Kirmanto mengatakan, untuk urusan limbah rumah tangga, DKI Jakarta
termasuk kota yang paling terbelakang. Sejauh ini, Pemerintah Provinsi
(Pemprov) DKI Jakarta baru mengolah 2,38 persen limbah rumah tangga dari
total limbah yang ada.

Selain tertinggal dengan kota besar di
dunia, Jakarta juga tertinggal dengan beberapa kota di Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga menyatakan hal senada dengan Djoko
Kirmanto.

Menurut Jokowi, pengolahan limbah rumah tangga di
Singapura mencapai angka 100 persen, sedangkan pengolahan limbah rumah
tangga Kuala Lumpur mencapai 90 persen.

“Segera harus kita kejar
karena dibandingkan dengan kota lain masih rendah dalam penanganan
limbah, hanya sebesar 2,38 persen. Kota lain sudah di atas 60 persen,”
kata Jokowi di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Senada
dengan Jokowi, Djoko bahkan membandingkan Jakarta dengan kota-kota di
Indonesia, seperti Yogyakarta, Bandung, dan Cirebon.

“Sudah
dijelaskan Pak Gubernur, persoalan limbah rumah tangga ternyata termasuk
kota yang paling terbelakang. Kita masih di bawah Saigon dan Hanoi.
Malu loh kalah dari Jogja, Bandung, Cirebon, dan Medan yang lebih dari
tiga persen,” kata Djoko.

Selama ini, pengolahan limbah rumah
tangga di Jakarta hanya dilakukan di Setiabudi. Pengolahan air limbah
secara terpadu di DKI Jakarta telah terhenti sejak ada pembangunan
gedung IPAL Setiabudi sebagai proyek percontohan pada tahun 1991 silam.

Akibatnya,
pengolahan limbah hanya mencakup air limbah di kawasan Setiabudi dan
sekitarnya. Selain itu, dalam pertemuan tersebut, dibahas juga
permasalahan air minum. Pasokan air baku berasal dari Waduk Jatiluhur.

“Kami
juga sedang memikirkan bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat
miskin Jakarta. Jangan sampai mereka membeli air lebih mahal dari para
pejabat,” kata Djoko.

Selain itu, Djoko mengatakan, terkait anggaran, Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan Bappenas.”Pak Gubernur terus koordinasi jajarannya,” ujarnya. (Kompas).

Leave A Reply

Your email address will not be published.