Ketua DPRD DKI Jakarta Numpang di Mobil Jokowi, Apa Dibahas?

0 2.025

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tampak menumpangi Mobil Kepresidenan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau dan mencoba kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Bundaran HI. Apakah ada pembahasan soal Wakil Gubernur DKI yang kini tengah ‘diperebutkan’ PKS dan Gerindra dalam perjalanan semobil itu?

Prasetio diajak naik mobil oleh Jokowi pada Selasa (6/11) usai melakukan peninjauan dan menjajal kereta MRT dari Bundaran HI ke Lebak Bulus, dan kembali lagi ke Bundaran HI. Tujuannya yakni Istana Kepresidenan Jakarta.

“Usai kegiatan itu, Pak Presiden memanggil saya dan mengajak satu mobil bersama,” kata Prasetio, Rabu (7/11/2018).

Prasetio mengaku membahas beberapa hal dalam perjalanan bersama Jokowi itu. Pertama soal MRT yang harus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya di Ibu Kota.

“Kita diskusi soal perkembangan transportasi massa di Ibu Kota. Presiden berharap agar MRT ini terintegrasi dengan moda transportasi lain yang sudah ada, seperti LRT, kereta bandara, TransJakarta, Kopaja, dan angkot. Sebab Presiden berharap MRT ini akan menekan angka kemacetan di Jakarta dan masyarakat beralih menggunakan MRT,” ujar Prasetio.

Pria yang akrab disapa Pras ini juga mengatakan, kebijakan pembangunan MRT merupakan kebijakan yang berani. “Sebab dengan memutuskan itu jadi mengerti sebetulnya masalah dan kendala di lapangan,” katanya.

Saat disinggung apakah ada pembahasan soal Wagub DKI yang kini masih kosong, Pras tak membantahnya. Dia mengatakan, Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam urusan tersebut.

“Ya, ada disinggung. Saya jelaskan soal mekanismenya. Presiden bilang ke saya dirinya tidak ikut campur soal urusan posisi wagub itu. Dia menegaskan itu, ‘saya nggak ikut-ikutan’ katanya. Dan beliau bilang agar proses pemilihan wagub tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” kata Pras.

“Presiden juga berharap yang menjadi Wakil Gubernur DKI nantinya adalah orang yang betul-betul mengerti persoalan Jakarta, dan juga sebagai eksekutor untuk menambah cepat pembangunan di DKI Jakarta dengan APBD Rp 83 triliun,” imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini posisi Wagub DKI Jakarta menjadi ‘rebutan’ antara PKS dan Gerindra. Keputusan mengajukan pengganti memang ada di kedua partai itu sebagai partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI 2017 lalu. Namun, proses dan pengesahannya ada di palu Ketua DPRD DKI Jakarta.
(jor/tor/dc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.