Prabowo Minta Maaf Terkait Kebohongan Ratna Sarumpaet

0 15

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Calon presiden Prabowo Subianto minta maaf karena telah ikut menyuarakan informasi penganiayaan Ratna Sarumpaet yang belum diklarifikasi kebenarannya.

Prabowo mengatakan telah meminta Ratna untuk mundur dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

”Dan saya di depan rakyat Indonesia saya minta maaf. Tapi saya tidak merasa bahwa saya merasa berbuat salah. Bahwa saya akui agak grusah-grusuh, tapi ya sudah, namanya kita baru belajar, mungkin saya baru berapa bulan. Tapi tidak ada alasan, kalau salah kita akui salah,” jelas Prabowo di kediamannya, di Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Prabowo menambahkan belum berkomunikasi dengan kubu Joko Widodo terkait tudingan yang ia sampaikan kemarin malam dalam jumpa pers terkait kasus Ratna Sarumpaet.

Sementara Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menambahkan akan mengevaluasi tim internal Prabowo-Sandi untuk mengantisipasi orang yang ingin merusak dari dalam. Ia juga mengatakan akan melaporkan Ratna Sarumpaet ke pihak kepolisian terkait kasus ini.

“Jadi yang jelas tentu ini adalah evaluasi bagi kami semua, untuk memastikan tim ini bersih dari mereka-mereka yang mau merusak Prabowo-Sandiaga dari dalam. Dan kami akan men-screening lebih dalam ada tidak penyusupan di dalam tim Prabowo ini.”

Lain halnya dengan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Menurut Karding, polisi harus menindaklanjuti kasus ini hingga kepada pihak-pihak lainnya yang terkait dengan kebohongan yang disampaikan Ratna Sarumpaet.

Terlebih, kata dia, kebohongan ini disampaikan di tengah penanganan bencana yang gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah yang menelan korban tewas lebih dari 1.300 orang.

“Itu semuanya bisa dibuktikan dengan penyelidikan polisi misalnya. Itu pasti bisa dibuktikan ada pembicaraan, bisa ditrack-lah. Saya sendiri tidak ingin menuduh, tapi kalau melihat peristiwa politiknya, rangkaian politiknya, kemungkinan besar Bu Ratna tidak sendirian. Walaupun saya juga tidak akan menuduh bahwa itu Pak Prabowo,” jelasnya saat dihubungi VOA, Rabu (3/10).

Ratna Sarumpaet mengakui telah berbohong bahwa ia dianiaya di dekat Bandara Husein Satranegara Bandung, Jawa Barat, tanggal 21 September 2018. Menurut Ratna, luka lebam tersebut disebabkan operasi sedot lemak yang dilakukan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ia meminta maaf kepada semua pihak atas kebohongan ini.

Kepolisian Indonesia telah menemukan sejumlah kejanggalan atas informasi yang sempat beredar sebelum pengakuan Ratna. Karena itu, Polda Metro Jaya akan memanggil Ratna Sarumpaet untuk meminta keterangannya sebagai saksi. [Ab/ii/voa]

Leave A Reply

Your email address will not be published.