Yusril Ungkap Pembicaraan SBY Sebelum Walk Out

0 28

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sempat berbicara kepadanya sebelum walkout dari acara deklarasi kampanye damai pada hari Minggu lalu.

Menurut Yusril, SBY menilai keberadaan lambang-lambang dukungan untuk Jokowi – Ma’ruf Amin dalam acara itu tidak adil atau tidak fair.

“Pak Yusril, ini sudah tidak fair, kok ada lambang partai di bawa ke sini, padahal tidak sesuai aturan, ‘saya menolak tidak mau ikut’,” terang Yusril menirukan ucapan SBY saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Sebelumnya, SBY memutuskan meninggalkan lokasi deklarasi kampanye damai di Monas pada Minggu (23/9/2018). Saat itu, SBY melintas di tengah rombongan pendukung Jokowi – Ma’ruf Amin, yakni Projo. Mereka bergerombol menggunakan atribut bergambar dan bertuliskan Jokowi – Ma’ruf.

SBY merasa tidak nyaman dan menilai KPU gagal menggelar kampanye damai. Sebab, seharusnya, dalam kampanye damai, pendukung tidak dibolehkan mengenakan simbol-simbol pemenangan. SBY merasa KPU gagal menjaga ketertiban jalannya deklarasi damai.

Yusril mengatakan saat kejadian tersebut dirinya duduk di sebelah SBY. Sebelum memutuskan walk out, dia dan SBY banyak bercerita dan mengobrol. Namun, begitu mobil golf yang mereka tumpangi melewati rombongan Projo, SBY langsung turun sambil mengatakan: “Saya menolak, tidak mau ikut,” katanya.

Yusril mengatakan juga melihat adanya lambang Projo dan tulisan berisi dukungan untuk Jokowi – Ma’ruf. Selain itu dia juga melihat ada anggota Garda Partai Nasdem. “Mungkin ada lebih 100 Garda Nasdem,” kata dia.

Menurut Yusril, keberadaan dukungan itu bisa saja melanggar aturan. Namun, menurut dia, saat itu panitia sudah mengingatkan agar para pendukung menurunkan atribut serta gambar. “Saya melihat panitia juga sudah mengingatkan sejauh itu menyangkut lambang,” kata dia.

Hak Demokratis

Sementara itu, Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan aksi walkout yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat acara deklarasi Kampanye Damai Pilpres 2019 adalah hak demokratis SBY.

Menurut AHY, SBY saat itu sedang melakukan haknya untuk menyampaikan protes terkait banyaknya peraturan yang dilanggar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait atribut kampanye dan partai yang mestinya bersih di acara tersebut.

“Pak SBY menggunakan haknya untuk meninggalkan acara lebih dulu. Saya pikir semua orang berhak untuk menyampaikan kritik atau protes,” kata AHY ditemui di Hotel Sultan usai mengikuti acara peringatan hari kemerdekaan ke-88 Arab Saudi di Jakarta, Senin malam (24/9).

SBY kata AHY telah melihat langsung pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada hari itu. Bahkan AHY juga menantang awak media untuk membuka dokumen terkait aturan yang diberikan KPU, namun malah dilanggar dan dibiarkan oleh lembaga tersebut.

“Teman-teman wartawan juga bisa membuka dokumennya apa saja yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan (di acara itu). Termasuk dilarang untuk menggunakan atribut-atribut partai termasuk mengkampanyekan secara spesifik karena itu adalah kampanye damai. Dan atribut itu dibagikan, disiapkan oleh KPU, yang kecil-kecil itu,” kata dia.

“Jadi kalau kemarin kemudian ternyata seolah-olah sudah dimulai kampanye sesungguhnya itu yang sebetulnya tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan dan disampaikan oleh KPU,” katanya.

Lebih lanjut putra pertama Presiden ke-6 Indonesia itu pun menyebut pihaknya akan terus memperjuangkan demokrasi dan keadilan. Maka kata AHY harusnya pihak KPU pun segera menunjukan sikap dan bertanggungjawab terkait pelanggaran itu.

“Kita ini pecinta demokrasi, kami pejuang demokrasi. Pejuang kebenaran, keadilan. Kalau memang sudah diatur, ada yang dilanggar tentunya kita berharap ada juga sikap yang ditunjukan oleh organisasi ataupun lembaga yang bertanggung jawab untuk itu,” tandasnya. (TP/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.