Protes Rezim Jokowi, Mahasiswa di Jambi Terobos DPR

1 63

JAMBI, MEDIAJAKARTA.COM – Ratusan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Jambi, berunjukrasa di Gedung DPRD Jambi, Kamis (13/9/2018). Dalam aksinya, mahasiswa mendesak Presiden Jokowi mundur dari jabatannya karena dinilai gagal memimpin Indonesia.

Para mahasiswa itu berasal dari berbagai perguruan tinggi, diantaranya Universitas Negeri Jambi (Unja), Universitas Batanghari (Unbari), Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin (UIN STS) dan STMIK Nurdin Hamzah.

Unjukrasa mahasiswa sempat diwarnai ketegangan dan kericuhan. Insiden bermula saat aparat kepolisian mencegah mahasiswa agar tidak masuk gedung  dewan dimana sedang berlangsung sidang paripurna. Mahasiswa berniat untuk meletakkan keranda jenazah dan boneka pocong di dalam gedung dewan, sebagai simbol matinya hukum di Indonesia. Akibatnya, aksi saling dorong tak terhindarkan.

“Ini suara rakyat. Kami hanya ingin masuk ke dalam gedung dewan ini untuk  menyampaikan aspirasi kita. Kenapa kami dihalangi, kami ini juga rakyat, dan kami ingin menyampaikan aspirasi rakyat,” seru para demonstran.

Gagal masuk gedung dewan, mahasiswa akhirnya bertahan diluar gedung. Aparat kepolisian juga dikerahkan mengamankan aksi para mahasiswa.

Dalam orasinya, Korlap aksi, Arbi, menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mendesak pemerintah Jokowi-JK untuk secepatnya menstabilkan ekonomi bangsa. Kedua, meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk bertanggungjawab atas reformasi hukum yang bebas korupsi. Ketiga, mendesak Jokowi-JK untuk mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing.

Mahasiswa menegaskan, jika tuntutannya tidak dipenuhi, maka dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Aliansi Mahasiswa Jambi meminta Presiden dan wakil Presiden Jokowi-JK mundur dari jabatannya.

Aksi dengan tuntutan serupa sebelumnya digelar mahasiswa di Lampung, Riau dan Sulawesi Tengah. Selain di Jambi, hari ini mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Medan, Sumatera Utara, juga turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi. (MJ Network)

  1. Muksin Alattas says

    Aksi ini pasti ditunggangi kepentingan politik, karena isi pesan yang dibawa dalam aksi tidak berdasarkan data real di lapangan. Memang nilai rupiah menurun tapi ini bersifat global dialami hampir semua negara, justru rupiah lah yang paling kuat dan stabil dalam menghadapi kejadian ini. Inflasi, daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi, semuanya masih tetap terjaga. Hati-hati ada pihak yang ingin negara kita kacau dan rusuh.

Leave A Reply

Your email address will not be published.