Driver Online Bergerak, Minta Grab dan Gojek Ditutup

0 15.848

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Ribuan driver online se-Jabodetabek yang terhimpun dalam Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) berunjuk rasa di depan kantor Grab Indonesia di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

Dalam aksinya, Gerhana menuntut pemerintah menutup perusahaan aplikasi Grab dan Go-Jek.  Alasanya, selama ini mereka hanya dieksploitasi dan tidak diperlakukan sebagai mitra perusahaan.

“Kami meminta aplikator untuk menghentikan monopoli. Kami meminta perusahaan aplikasi tidak berubah menjadi perusahaan transportasi,” tegas juru bicara aksi driver online itu, Dedi Heriyantoni.

Menurut Dedi, selama ini driver justru diperlakukan tak manusiawi karena perusahaan tak pernah memikirkan kesejahteraan pengemudi.

Tak hanya itu, mereka juga menuding Grab dan Go Jek Indonesia telah melakukan praktik kartelisasi bisnis transportasi online dengan promo-promo yang mencekik saingan. Driver tak memiliki hak, dan hanya dituntut untuk melakukan kewajiban.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan meminta pemerintah pusat segera menutup dan mengusir semua aplikasi yang menzalimi rakyat dan segera menghadirkan aplikasi transportasi online yang profesional adil, transparan dan Mensejahterakan rakyat,” lanjut Dedi.

Aksi ini diikuti ratusan pengemudi taksi dan ojek online. Puluhan polisi mengawal aksi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari perwakilan Grab Indonesia. Para pengemudi masih menunggu perwakilan manajemen.

Para driver bertekad akan terus menggelar aksi sampai tuntutannya dipenuhi. (TP/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.