UAS Diancam, TGB Angkat Suara

0 55.301

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi angkat suara menyusul adanya ancaman dan intimidasi yang dialami oleh Ustadz Abdul Somad. Dugaan ancaman itu yang membuat Somad batal menghadiri acara dakwah di beberapa daerah.

Alumni Al-Azhar menilai, materi dakwah yang disampaikan oleh Somad selama ini sesuai dengan ajaran agama Islam. Selain itu, Somad dinilai telah berjasa karena telah menyebarkan pesan persatuan dan kesatuan di setiap dakwahnya.

“UAS (Ustadz Abdul Somad) seperti halnya da’i dan ulama alumni Al-Azhar pada umumnya, berpegang teguh pada ajaran Islam yang benar sesuai paham Ahlussunnah wal Jamaah dengan selalu mengedepankan semangat wasathiyat al-Islam,” ujar Ketua OIAA, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi melalui keterangan resmi, Senin (3/9/2018).

“Dilihat dari perspektif apa pun, UAS sudah terbukti berjasa dalam mengukuhkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai persatuan dan persaudaraan bangsa, di samping mengukuhkan nilai-nilai keislaman yang benar,” lanjutnya.

Sekretaris Jenderal OIAA Muchlis Hanafi pun menyatakan kekecewaaan atas peristiwa yang dialami oleh Somad.

“Ya kalau benar itu (ancaman dan intimidasi) terjadi pastilah siapapun merasa (kecewa),” kata Muuchlis.

Muchlis juga mengatakan bahwa sikap resmi Alumni Al Azhar merupakan permintaan langsung dari Ketua OIAA, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.

Pernyataan tersebut dikeluarkan dengan maksud bahwa OIAA merasa berkepentingan untuk membela Somad. Karena Somad merupakan bagian dari anggota perkumpulan alumni dari perguruan tinggi di Mesir ini.

“Apapun yang terjadi, apapun yang dia rasakan, kita juga merasakan,” terang Muchlis.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menyoroti intimidasi terhadap safari dakwah Ustaz Abdul Somad oleh sekelompok oknum.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus bisa melindungi penceramah, termasuk UAS dari ancaman-ancaman yang tidak bertanggungjawab. Intimidasi terhadap UAS dan panitia yang mendatangkan UAS di daerah-daerah tidak hanya terjadi kali ini saja.

“Saya berharap aparat penegak hukum atau jajaran kepolisian bisa melindungi siapapun penceramah agama untuk berdakwah di wilayah manapun di negeri ini. Sejauh isi ceramahnya dalam rangka mendidik dan mencerahkan wawasan umat,” tegas Lukman dalam pesan singkatnya, Senin (3/9/2018).

Lukman memandang, jaminan perlindungan keselamatan dan keamanan kepada UAS dan kepada semua pemuka dan penceramah agama haruslah terus terjaga dan terpelihara. Karena, bagi dirinya, umat beragama, tidak terkecuali dengan Umat Islam memerlukan siraman rohani atau ceramah dari pemuka agama untuk memberikan pencerahan dan pengalaman keagamaan.

“Umat beragama amat memerlukan siraman rohani yang mencerahkan dan mengedukasi pemahaman dan pengamalan keagamaan dari para penceramah agama, agar bangsa kita tetap menjadi bangsa yang agamis,” tambahnya. (RP/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.