Protes Jokowi, Ribuan Emak-emak Siap ‘Kepung’ Istana

0 9.888

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Ribuan emak-emak yang tersebar dari berbagai daerah di tanah air siap ‘mengepung’ istana negara untuk menyuarakan aksi protes kepada Presiden Jokowi. Rencana unjukrasa Barisan Emak-Emak Militan (BEM) ini akan digelar pada Rabu (29/8/2018) mendatang.

Koordinator lapangan aksi unjuk rasa, Tri Ernuyati mengatakan,  aksi ini sebegai bentuk protes dan keptihatinan emak-emak atas tindakan represif aparat keamanan yang mengadang Neno Warisman saat berada di Pekanbaru, Riau.

“Massa sekitar 1.000-1.500 orang dan datang dari berbagai daerah. Nanti malam akan diberi arahan oleh Pak Eggi Sudjana,” ujar Tri, Senin (27/8/2018).

Menurut Tri, unjukrasa sebenarnya akan dilakukan hari ini, Namun, pihak kepolisian memberi waktu pada Rabu (29/8) setelah menimbang jumlah massa yang terbilang banyak. Kata Tri, kepolisian menganggap unjuk rasa dengan ribuan peserta aksi lebih baik dilaksanakan pada Rabu daripada Senin.

“Karena Neno Warisman ditolak di Riau, jadi semakin banyak yang mau ikut turun ke jalan,” imbuhnya.

Tri merinci, peserta unjukrasa sebagian besar berasal dari Jabodetabek, namun ada pula yang berasal dari Riau, Aceh, Sumatera Utara dan sejumlah daerah lain dari luar Pulau Jawa.

Menurut Tri, peserta aksi sudah tiba di Jakarta sejak Minggu (26/8).

“Mereka ingin bertemu Jokowi, karena tidak terima Neno Warisman diadang aparat. Deklarasi Jokowi dua periode enggak diapa-apakan, tapi deklarasi #2019GantiPresiden kok dipersulit. Kenapa harus dihalangi? Itu aja,” tandas Tri.

Nantinya kata Tri, ribuan emak-emak akan mengenakan pakaian berwarna merah dan putih. Warna tersebut dipilih lantaran saat ini masih terasa nuansa hari kemerdekaan.

“Kami berharap diajak ke dalam istana bicara dengan presiden,” kata Tri.

Sementara itu, Eggi Sudjana mengamini dirinya diminta untuk menjadi penasehat barisan emak-emak tersebut. Namun ia membantah meminta mereka untuk mengepung istana.

“Itu aspirasi inisiatif mereka. Kalau mengarahkan itu tidak benar. Mereka datang ke saya, untuk meminta nasehat. Kalau mengarahkan nanti saya dituduh menggerakan,” katanya

Tuntutan yang akan disuarakan barisan emak-emak tidak hanya sekedar Presiden Jokowi memerintahkan agar aparat bersikap netral, namun gerakan itu juga akan menyuarakan agar Jokowi mundur dari kursi presiden. Minimal, kata Tri, Jokowi mengambil cuti sepanjang masa kampanye yang berlaku pada 20 September-13 April 2019.

Tri mengatakan bahwa Jokowi berpotensi menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye jika menjabat sebagai presiden sekaligus calon presiden. Tri juga mengatakan Jokowi berpotensi menyalahgunakan wewenang saat menjadi presiden merangkap calon presiden. Dan itu bertentangan Undang-Undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Sebaiknya, tugas pemerintahan diserahkan kepada Pak Jusuf Kalla agar tidak ada fasilitas negara yang digunakan untuk kampanye,” tegas Tri. (MJ Network)

Leave A Reply

Your email address will not be published.