Mahfud MD dan JK Tolak Tawaran Jadi Timses Jokowi-Ma’ruf

0 1.904

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan dirinya tidak bisa menerima tawaran untuk menjadi tim sukses pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Pasalnya, saat ini dirinya masih menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Saya tidak bisa menjadi ketua ataupun anggota timses karena saya berada di BPIP,” kata Mahfud MD ditemui seusai memberikan pembekalan kepada caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Menurut Mahfud, jabatannya di BPIP mengharuskannya untuk tetap bersikap netral, sebab, pekerjaannya berkaitan dengan ideologi Pancasila.

“BPIP ditugaskan Presiden untuk menata ideologi tentu termasuk bagaimana netralitas penyelenggara negara karena BPIP itu badan penyelenggara juga,” terangnya.

Mahfud yang sempat menjadi kandidat kuat cawapres Jokowi ini juga mengaku, sejauh ini tidak ada tawaran untuk dirinya menjadi ketua timses Jokowi-Ma’ruf. “Tidak ada tawaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menolak menjadi ketua tim sukses Jokowi-Ma’ruf.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi menyatakan, Jokowi sudh meminta Jusuf Kalla untuk menjadi ketua tim suksesnya.

Masalahnya, jika Jokowi cuti kampanye, dia harus menjalankan tugas presiden.

“Pak Jokowi itu meminta agar JK jadi ketua tim sukses, tapi setelah berbicara dengan Bu Mega dan lain-lain, Pak JK memberitahukan bahwa secara teknis sulit. Pemerintahan nanti, siapa yang jalankan,” ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/8/2018) lalu.

JK menurut Sofjan, menilai bila seorang wapres ikut masuk di tim pemenangan kampanye 2019, sama saja dua pimpinan negara, presiden dan wakil presiden, ikut turun langsung di Pilpres.

Pemerintahan harus tetap berjalan dan perlu ada yang mengendalikan secara langsung. Oleh karena itu kata dia, JK memilih ingin fokus sebagai wapres dan menolak tawaran jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jadi Pak JK ingin konsentrasi ke pemerintahan dulu, ya terutama pelaksanakan semua rencana Pak Jokowi itu dan Pak JK ini. Mengenai ekonomi terutama,”  tandasnya. (TR/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.