Sandiaga Uno Cukup Cuti, Tak Perlu Mundur dari Wagub

0 5.871

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Keputusan Sandiaga Uno mundur dari kursi wakil Gubernur DKI Jakarta dan maju sebagai calon wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto, menyisakan pertanyaan, haruskah Sandiaga Uno Mundur dari jabatannya?

Pasalnya, dalam aturan Sandiaga Uno sebenarnya tidak harus mundur tetapi cukup cuti saja.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri), Bahtiar mengungkapkan, Sandiaga Uno harusnya tidak perlu mundur dari jabatannya.

Menurut dia, seorang kepala daerah yang mengikuti Pilpres, cukup cuti kampanye atau berhenti sementara waktu untuk keperluan kampanye.

“Dalam Undang-undang Pemilu, kalau Kepala Daerah (ikut Pilpres) tidak harus mundur. Ini kan masih dalam kamar eksekutif, jadi hanya cuti saja, izin saja, begitu tafsirannya,”  terang Bahtiar, Kamis (9/8/2018).

Bahtiar mengungkapkan, cuti kampanye hanya diizinkan satu hari selama satu pekan hari kerja, jika berhenti sementara, kepala daerah akan dibebas tugaskan selama masa kampanye.

“Pilihannya dua-duanya bias ditempuh oleh Sandiaga Uno. Bisa cuti, kalau cuti kan tidak bisa tiap hari, kalau mau full (kampanye) ya paling berhenti sementara,” imbuhnya.

Dia menegaskan, Jika kelak kepala daerah tersebut kalah dalam Pilpres, maka ia bisa kembali ke jabatannya sebagai kepala daerah.

“Selama kepala daerah mengikuti pemilihan dalam lingkup eksekutif, ia tidak diwajibkan untuk mundur,” tegasnya.

Namun beda halnya jika kepala daerah mengikuti pemilihan legislatif, maka ia diharuskan berhenti.

Bahtiar merincikan, aturan mengenai cuti kampanye dan berhenti sementara kepala daerah tersebut tertuang dalam Pasal 281 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018, dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang kampanye pemilu. (KP/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.