OK OCE Kian Menggurita di Seantero Jakarta

0 9.049

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Terobosan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dalam menciptakan lahirnya OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) secara perlahan mulai mewujud. Belum genap setahun memimpin DKI, OK OCE kini mulai menggurita dan tumbuh pesat di seantero Jakarta.

Yang terbaru, Sandiaga Uno kembali meresmikan satu gerai OK OCE yaitu model OK OCE tani di Pusat Pelatihan Pertanian, Jalan I. Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

Gerai tani ini tercatat sebagai gerai tani kedua setelah gerai tani pertama yang telah diresmikan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Melalui gerai tani, Sandi berharap Pemprov dapat menekan kenaikan harga bahan pokok bagi masyarakat.

“Dua minggu yang lalu saya meresmikan OK OCE Tani di Ragunan dan alhamdulillah, sekarang omzetnya sudah mencapai Rp 50 juta. Berarti ini menunjukkan pengabdian kita berjalan sesuai harapan masyarakat, utamanya dalam memenuhi kebutuhan dan daya beli warga,” jelasnya.

“Ini sebenarnya Pusat Pelatihan Pertanian ya, tadinya untuk jual bunga. Sekarang bertransformasi menghadirkan keberpihakan kita ke masyarakat kecil dalam bentuk penyediaan harga pangan yang terjangkau,” tambahnya.

Menurut Sandi, selain dalam bentuk transaksi langsung, gerai tani juga melayani penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Ia berharap agar gerai serupa dapat diperbanyak untuk memberikan pelayanan terbaik bagu masyarakat.

“Kita memberikan pelayanan kepada penerima KJP, karena tidak perlu mengantre di Jakgrosir, tidak perlu lagi mengantri di RPTRA. Di sini sudah bisa dapat. Lebih banyak kita outlet pointnya, kita tambah terus sehingga masyarakat tidak usah seperti kemarin dari jam 5 pagi, saya ingin pastikan pasokan aman dan distribusi lancar,” imbuhnya.

Sandi pun menargetkan 20 gerai OK OCE bisa segera tumbuh di seluruh Jakarta. Pembangunan gerai itu, merupakan bentuk kerja sama pemerintah dengan pihak swasta.

“Bentuknya kolaborasi public private partnership kemitraan kita. Pemerintah dan badan usaha yaitu tiga BUMD pangan kita, bekerja sama dengan dinas ketahanan pangan dan juga kelautan perikanan,” tandasnya.

Saat ini, pertumbuhan gerai OK OCE Mart cukup pesat. Di beberapa tempat di Jakarta bisa ditemukan, mulai dari Kebayoran, Jaksel, hingga Muara Angke, Jakut. OK OCE juga sudah bekerja sama dengan banyak pihak, di antaranya Telkom dengan meluncurkan Smart Market.

Sementara jumlah warga yang mendaftar pelatihan OK OCE saat ini terus tumbuh dan sudah mencapai 42 ribu orang, sebanyak 150 orang di antaranya sudah mendapatkan pinjaman modal.

Sementara itu, Ketua Umum Pegerakan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya mengungkapkan, OK OCE dikenal memiliki 7 tahapan atau 7 PAS (Pasti Akan Sukses). Nantinya, warga yang ingin berwirausaha harus melewati tahap P1 hingga P7. Yang dimaksud 7 PAS adalah P1 pendaftaran, P2 pelatihan, P3 pendampingan, P4 perizinan, P5 pemasaran, P6 pelaporan keuangan dan P7 permodalan.

Menurut Faran, banyak warga yang sulit mencapai tahap permodalan karena terkendala masalah perizinan. Masalahnya, banyak warga masih kurang paham untuk mengurus sesuatu yang sangat prosedural, termasuk soal perizinan yang dinilai ribet. Padahal, para pelaku UMK ini didorong bisa membentuk badan usaha sendiri.

“Urus perizinan sekarang gampang-gampang susah. Sosialisasinya perlu ditingkatkan. Warga kita mungkin belum paham cara prosedur UMK (Usaha Mikro Kecil), apalagi dia mesti ke PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Nanti PTSP ada dokumen-dokumen yang memang perlu diisi,” terang Faran.

Faran mengungkapkan, anggota yang sudah mencapai tahap P7 ini memerlukan waktu paling lambat tiga bulan. Sedangkan ada 9 dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang juga memiliki warga binaan OK OCE, disesuaikan dengan kerja masing-masing dinas.

“Sebagian besar ya pelatihan dan pendampingan. Kalau pemasaran kita sedikit lompat kan. Memang maunya yang boleh ikut P5, dia sudah P4. Tapi kenyataannya memang karena P4 sedikit terganggu karena waktu itu nunggu pergubnya belum keluar, bulan puasa-Lebaran ya enggak efektif,” tandasnya. (KP/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.