Jalan Kaki Ke Jakarta, Ribuan Buruh Pendukung Prabowo Dicegat di Semarang

0 115

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berjalan kaki dari Surabaya menuju Jakarta untuk menyuarakan dukungan terhadap calon presiden Prabowo Subianto. Rencananya, saat tiba di Jakarta, para buruh akan mengantar langsung Prabowo ke Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sayangnya, perjalanan para buruh terhenti di Semarang, Jawa Tengah akibat dihadang barikade polisi, Senin (6/8/2018).

Menurut Presiden KSPI, Said Iqbal, rombongan para buruh tersebut dihadang aparat kepolsian di Stasiun Tawang, Semarang dengan alasan tak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

“Mereka dilarang melanjutkan perjalanan dengan alasan tidak memiliki STTP,” terang Said.

Tindakan aparat ini kata Said, tidak bisa dibenarkan dan pihaknya tetap akan melanjutkan perjalanan hingga titik penyambutan para buruh Jawa Tengah. Massa buruh akan tetap bergerak ke Jakarta guna mendampingi Prabowo Subianto mendaftar ke KPU pada Sabtu (10/8/2018).

“Sebelum long march, kami telah mengirimkan pemberitahuan kepada pihak kepolisian. Ini sudah merampas kebebasan kami, mengapa orang jalan kaki dilarang dan harus membawa surat,” ketus Said.

Setelah dicegat, kata Said pihak kepolisian kemudian memaksa rombongan buruh untuk naik mobil menuju kantor DPW FSPMI Jawa Tengah.

“Saat ini rombongan aksi buruh KSPI masih tertahan di kantor DPW FSPMI Jawa Tengah,” tambahnya.

Said pun menyayangkan tindakan aparat kepolisian Jawa Tengah tidak kooperatif dan cenderung bersikap tak netral untuk mendukung aksi tersebut.

“Meskipun dicegah, para buruh berkomitmen akan tetap melanjutkan long march hingga Jakarta, untuk kemudian bergabung dengan 20 ribu buruh yang akan mengantarkan Prabowo Subianto mendaftar sebagai capres di KPU,” tandasnya.

Sebelumnya, KSPI mengklaim sekitar 20 ribu buruh akan mengantar Prabowo Subianto ke Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta untuk mendaftar sebagai calon presiden.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan rencana itu akan dimulai dengan long march buruh dari Surabaya ke Jakarta.

“Para buruh akan mendahului dengan melakukan long march jalan kaki secara estafet dari Surabaya ke Jakarta yang direncanakan akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 10 Agustus 2018,” terang Said dalam keterangan tertulis, Kamis (2/8).

Sambil long march kata Said, para buruh akan menyuarakan berbagai permasalahan yang mendera rakyat Indonesia saat ini.

“Di antaranya adalah kenaikan harga-harga, permasalahan upah, PHK, pemagangan hingga outsourcing,” ujarnya.

Said menagaskan, gerakan ini sebagai kelanjutan dari kontrak politik KSPI dengan Prabowo pada 1 Mei lalu di Istora Senayan, Jakarta. (MJ Network)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: