Ijtima Ulama Menuai Kontroversi

0 5.042

MAKASSAR, MEDIAJAKARTA.COM – ijtima GNPF-ulama yang merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden (capres) menuai kontroversi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) secara tegas menentang ijtima itu. Reaksi itu datang dari Sekretaris MUI Sulsel, HM Renreng, Kamis (2/8/2018).

“Ulama itu harus netral. Ulama itu harusnya bicara kepentingan bangsa bukan bicara orang. Harus diketahui, ulama tidak bisa dibawa ke urusan politik praktis karena ulama adalah payung umat dan harus menjaga kerukunan,” ungkap dia.

Menurut dia, pada momentum tahun politik ini, tausiah ataupun ceramah para ulama haruslah mencerahkan, menyejukkan dan membuat tentram umat sehingga tidak terjadi perpecahan satu sama lain.

Sebelumnya, para ulama yang tergabung dalam GNPF-Ulama melahirkan ijtima dengan merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres dan Salim Segaf Aljufri-Ustaz Abdul Somad Batubara sebagai cawapresnya.

Menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Martak, Prabowo dipilih karena bisa diharapkan mengakomodir keinginan umat Islam.

“Terpilihnya Prabowo diharapkan dapat mengakomodir keinginan para ulama dan umat Islam,” kata Yusuf di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (29/7/2018).

Yusuf juga menyampaikan alasan memilih Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad mempuyai ketokohan kaum ulama.

“Insya Allah ini dapat kita perjuangkan dan kita pertanggungjawabkan,” tandasnya. (TR/DT/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.