Muncul Gagasan Baru : Prabowo-Rizal Ramli atau Prabowo-Chairul Tanjung

0 5.507

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Teka-teki siapa Cawapres Prabowo Subianto, hingga kini belum juga diputuskan. Ditengah upaya pemilihan figur ideal untuk mendampingi Prabowo diajang Pilpres 2019 mendatang, muncul gagasan baru untuk menduetkan Prabowo dengan dua figur terkemuka. Kedua figur ini berasal dari luar kader partai koalisi Gerindra maupun hasil ijtima ulama.

Yang pertama, duet Prabowo Subianto – Rizal Ramli. Gagasan itu disuarakan oleh pakar politik dari FISIP Universitas Padjadjaran, Arry Bainus.

Menurut dia, tokoh nasional DR. Rizal Ramli adalah harapan perubahan. Ekonom senior itu juga harapan kemajuan ekonomi-politik dan bagi reformasi ekonomi pro-rakyat yang berkeadilan sosial.

“Kita menyarankan, sebaiknya SBY dan Partai Demokrat mengusung RR berduet dengan Prabowo Subianto untuk menjawab memburuknya situasi ekonomi saat ini,” ujarnya, Selasa (31/7/2018).

Arry memandang, duet ini lebih rasional, realistis dan obyektif ketimbang memajukan AHY jadi cawapres.

“Jika SBY dan Demokrat mengusulkan Prabowo-Rizal berduet menghadapi Jokowi, tentu akan menarik dan sepadan, seimbang untuk menciptakan perubahan,’’ imbuhnya.

Sepertiu diketahui, mantan Menko Ekuin dan Menko Kemaritiman DR. Rizal Ramli hadir dalam acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional GNPF-Ulama, di Jakarta beberapa hari lalu. Dengan semangat untuk perubahan, RR mengingatkan ekonomi Jokowi sudah lampu kuning setengah merah.

Bahkan, Bank Indonesia (BI) meramal defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) tahun 2018 akan mencapai 25 miliar dolar AS. Jumlah itu lebih besar dibanding CAD tahun 2017 sebesar 17,53 dolar AS miliar atau 1,73 persen dari PDB.

Yang kedua, duet Prabowo Subianto-Chairul Tanjung (CT). Gagasan ini dihembuskan oleh Ubedilah Badrun, Analis sosial politik UNJ.

Menurut dia, pasangan Prabowo- CT ini pasangan yang akan cenderung memberikan kepastian ekonomi. Sebab, CT dikenal tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan ekonomi yang handal tetapi juga memiliki pengalaman empirik masuk ke dunia ekonomi dan bisnis yang sukses.

“Hal ini juga akan mendorong kuatnya dukungan kepercayaan (trust) dunia internasional kepada Indonesia,” ungkapnya.

CT juga cenderung memiliki insentif elektoral yang tinggi karena daya penerimaan yang tinggi dari berbagai kalangan, baik dunia pebisnis maupun kalangan agamis dan nasionalis.

Dukungan politik akan menguat jika CT memilih masuk partai diantara partai koalisi, misalnya masuk Demokrat, PKS atau PAN. (MI/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: