KLHK : Indonesia Telah Berhasil Turunkan Emisi Karbon 8,7% dari Target 29%

0 21

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Hasil inventarisasi gas rumah kaca (GRK) nasional menunjukkan Indonesia berkontribusi menurunkan emisi karbon sebesar 8,7% pada tahun 2016, dari target penurunan emisi sebesar 834 Juta Ton CO2e atau 29% tahun 2030 dari Business As Usual pada Nationally Determined Contribution (NDC).

Menurut data tingkat emisi Gas Rumah Kaca di tahun 2016 sebesar 1.514.949,8 GgCO2e, atau meningkat sebesar 507.219 GgCO2e dibanding tingkat emisi tahun 2000, dengan kata lain mengalami peningkatan 2,9% per tahun selama periode tahun 2000-2016.

Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Emma Rachmawati dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediajakarta.com, mengatakan dari hasil capaian kontribusi penurunan emisi tersebut, perlu adanya upaya peningkatan aksi mitigasi semua pihak berkontribusi pada pencapaian target NDC.

Dijelaskan Emma, angka 8,7% itu dihitung berdasarkan aksi yang ada di KLHK, oleh karena itu untuk mencapai target penurunan emisi 29% di tahun 2030, perlu upaya yang dilakukan oleh provinsi, kabupaten, kota, dunia usaha dan pasar lokal, dan tidak hanya bergantung dari upaya yang dilakukan pemerintah.

“Kami mengetahui dari berbagai informasi seperti misalkan melalui program PROPER ataupun misalnya program-program lainnya, banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh dunia usaha yang sebetulnya masuk ke dalam kategori adaptasi maupun mitigasi. Kemudian juga banyak kegiatan yang dilakukan oleh provinsi maupun di kabupaten kota dalam rangka misalkan program Adipura ataupun program-program seperti green city, smart city, itu sebetulnya adalah aksi-aksi adaptasi maupun mitigasi yang belum tercatat secara resmi oleh pemerintah”, ucap Emma.

Untuk memudahkan pencatatan upaya-upaya penurunan Emisi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah membangun Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) yang diluncurkan pada tanggal 1 november tahun 2016. SRN PPI dibentuk mencangkup pendataan seluruh aksi dan sumberdaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di berbagai sektor dan yang dilaksanakan oleh berbagai pihak mencangkup pemerintah, provinsi, kabupaten usaha, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pihak lainnya.

Sebagai Bentuk nyata komitmen di bawah Persetujuan Paris, Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement dan menyampaikan Laporan Pertama Kontribusi yang ditetapkan secara Nasional atau First Nationally Determined Contribution (NDC) kepada United Nations Convention on Climate Change (UNFCCC) pada tahun 2016. Dalam NDC, Indonesia menyatakan komitmen kontribusi penurunan emisi GRK pada tahun 2030 sebesar 29% dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41% jika ada kerjasama internasional dari kondisi tanpa ada aksi.

Kerangka waktu periode komitmen I (pertama) implementasi NDC dimulai pada tahun 2020 dan secara regular dilakukan pembaharuan (update) lima tahun sekali sesudahnya sesuai dengan Persetujuan Paris. Untuk itu diperlukan upaya pemantauan yang mencakup kerangka waktu tahun 2017-2019 (pra-2020) dan tahun 2020-2030 (pasca-2020).

“Komitmen pemerintah Indonesia tentu tidak hanya semata-mata dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia melalui kementrian/lembaga tetapi melibatkan seluruh pihak karena akan menjadi kontribusi kesatuan secara nasional,”tandasnya (Wan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.