PKB Legowo Mahfud MD Dampingi Jokowi

0 3.625

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai realistis dengan pilihan Jokowi dalam menentukan pasangannya sebagai Cawapres. Bahkan PKB legowo jika Jokowi mendaulat Mahfud MD sebagai cawapresnya.

“PKB akan menghormati pilihan Jokowi jika Mahfud MD yang dipilih jadi cawapres. Namun, Jokowi harus menjelaskan secara rasional,” kata politisi PKB, Maman Imanulhaq, Rabu (18/7/2018).

Menurut Maman, Mahfud MD itu masih menjadi bagian dari keluarga besar PKB. Karena hingga saat ini, Mahfud belum pernah mengundurkan diri dari PKB.

“Kalau saya tidak salah, Pak Mahfud itu belum keluar dari PKB, artinya dia masih keluarga besar PKB,” terangnya.

Bahkan Maman meyakini, Jokowi akan memilih cawapresnya secara rasional. Termasuk jika nantinya mantan ketua KAHMI itu yang dipilih sebagai cawapres maka PKB akan menerima keputusan tersebut dan mendukungnya.

“Pak Mahfud sosok yang pernah di PKB. Beliau juga pernah meniti karier jadi Ketua MK. Bahkan Mahfud juga mungkin menjadi sosok yang bisa diterima semua kalangan. Saya rasa pilihan rasional itu bisa dijelaskan dengan baik oleh Jokowi dan tentu saja PKB bisa menerima pilihan pilihan Jokowi itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan nama sejumlah tokoh yang hadir dalam Kuliah Umum Akademi Bela Negara Partai Nasdem masuk dalam kantongnya sebagai bakal calon wakil presiden.

Salah satu tokoh yang hadir ialah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, mantan Politikus PKB ini menjadi salah satu calon pendamping Jokowi.

“Masuk. Sangat bagus,” kata Jokowi sambil tertawa, Senin (16/7) lalu.

Beberapa tokoh yang hadir dan juga disebut masuk kantongnya seperti Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato.

“Masuk. Tapi harus dimengerti, ya. Kantong saya itu enggak cuma satu. Kantong luar ada, kantongan dalam ada. Kantong celana ada kanan dan kiri. Masih ada kantongan belakang juga,” terang Jokowi.

Hal ini disampaikan usai Jokowi bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung berdialog internal dengan sejumlah tokoh tersebut sekitar 30 menit.

Jokowi menyatakan pada dasarnya hampir setiap hari bertemu ketua umum partai politik terutama partai pendukungnya meski kebanyakan selalu tertutup.

“Sekali lagi saya sampaikan masih digodok yang matang. Kalau matang itu nanti enak semuanya. Kalau belum matang belum dikeluarkan gimana? Enggak enak,” kata Jokowi.

KPU akan membuka pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden pada 4-10 Agustus mendatang. Sampai saat ini baru Jokowi yang menyatakan bakal maju sebagai capres di Pilpres 2019. Dia masih mencari siapa sosok yang akan mendampinginya sebagai cawapres.

Di sisi lain, kubu oposisi belum memastikan siapa capres dan cawapres yang akan diusung. Ketua Gerindra Prabowo Subianto diyakini berpeluang besar menjadi capres, namun belum ada kesepakatan final antara Gerindra dan PKS dalam memutuskan hal itu. (KP/CN/MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: