NJOP DKI Naik, Sektor Property Paling Kena Imbas

0 67

Jakarta, MEDIAJAKARTA.COM – Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP), dinilai akan memberi dampak kurang positif disektor property.

Menurut Direktur PT Bakrie Pangripta Loka, Andre Rizki Makalam, kawasan Jakarta Selatan akan menjadi penerima dampak paling besar setelah kenaikan NJOP itu.

“Saya memperkirakan, minat calon konsumen khususnya properti di wilayah itu akan turun karena mereka juga harus mempertimbangkan kenaikan pajak dan sebagainya,” terang Andre, di Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

Andre yang juga salah satu pengembang di Kawasan Sentra Timur memandang, kenaikan NJOP untuk unit baru yang akan diluncurkan akan berada pada kisaran 5 persen.

“Dengan kenaikan ini, tentu yang akan merasakan dampak paling besar adalah Jakarta Selatan, terutama untuk properti kelas atas. Dampak terhadap peminat dan harga properti mungkin akan terlihat penurunannya dalam enam bulan ke depan,” terangnya.

Meski demikian, Andre tetap optimis minat properti untuk kelas menengah dan menengah bawah dimasa mendatang tidak akan terpengaruh oleh kebijakan ini. Dia pun menilai kenaikan NJOP sebesar 20 persen ini masih dalam tahap yang wajar.

“Kita sih berharap, dengan kenaikan NJOP ini, Pemerintah DKI Jakarta bisa menggunakannya untuk memperbaiki fasilitas, seperti jalan, sosial, dan lain-lain yang akan meningkatkan iklim usaha di Jakarta,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kenaikan NJOP beberapa wilayah di Ibu Kota hingga 240 persen. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan kenaikan itu dilakukan untuk menyelaraskan nilai tanah dan bangunan dengan sarana serta prasarana di wilayah tersebut. “Kami sesuaikan nilai untuk daerah yang NJOP dan harga pasarnya jomplang,” terang dia.

Menurut Sandiaga, kenaikan NJOP tahun ini berkisar 120-240 persen. NJOP dinaikkan lantaran beberapa daerah kini memiliki akses yang semakin mudah. Contohnya, pembangunan akses jalan tol atau moda transportasi massal seperti mass rapid transit (MRT) yang berimbas pada kenaikan nilai lahan dan bangunan di area tersebut.

Kenaikan NJOP itu tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2018. Salah satu lokasi yang NJOP-nya naik adalah Zona AL di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tahun ini, NJOP area itu Rp 93,9 juta per meter persegi, sedangkan tahun lalu Rp 73,9 juta per meter persegi. (MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.