Seandainya Jogya mau, Indonesia milik Jogya

0 273

Oleh : Emha Ainun Nadjib*

Siapapun yang pernah tinggal di Jogya, wisata ke Jogya, atau pernah sekolah di Jogya, akan terasa Jawa-nya.

Dan itu artinya, maaf, tak boleh ada ruko-ruko Cina dengan pagar tinggi menjulang, gembokan, susah diajak kerja bakti, tinggalnya cuma di komplek sesama Cina, anak-anaknya juga sekolah di sekolah anak-anak Cina, kawinnya juga hanya dengan sesama Cina, lantas kalian sekarang paling lantang teriak Pancasila dan NKRI ?

Andai Raja Jogya mau, cukuplah Raja Jawa yang memimpin turun-temurun Indonesia. Indonesia adalah “Kerajaan Inggris” dari Tanah Jawa!

Tapi dari dulu Jogya sudah kaya, ketika kalian semua miskin dan papa, tanpa sandal dan selatu, nyeker, dengan perut buncit karena busung lapar, telanjang dada dan bodoh.

Apa yang dikatakan Raja Jogya waktu itu? “Silahkan …. lanjutkan pemerintahan di Jakarta,” ujar Sri Sultan Hamengkubuwono IX saat menyerahkan cek sejumlah 6 juta gulden kepada Ir.Soekarno.

Ir. Soekarno, Bung Hatta dan sejumlah menteri saat itu pun menangis terisak, terharu.

Artinya, bukan cuma cek saja yang diserahkan. Itu sama artinya, memberikan kekuasaan.

Cuma ada tiga daerah istimewa di negeri ini, DKI Jakarta, Aceh dan Jogya. Tiga kekuatan bangsa ini: “Republik, Islam dan Nasionalis.”

Jadi buang sombongmu itu yang hendak menggugat lagi Raja Jogya hanya karena Cina tak boleh punya tanah di tanah Jogya.

Karena tanah Jogya, maaf, memang bukan untuk Cina. Silakan Sinar Mas Group punya 5 juta hektar tanah di Bumi Pertiwi ini, tapi jgn sejengkal pun tanah di Jogya.
Sedumuk bathuk, senyari bumi!

Seandainya Raja Jogya mau ….
Kalian semua abdi dalem!
Kalian tdk setuju?
Berontaklah sekarang..!!

*Penulis adalah Intelektual muslim Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.