WANADRI Gagas Festival Puncak Papua

0 69

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Organisasi Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri akan menggelar Festival Puncak Papua (FPP) yang dijadwalkan pada April hingga Mei 2018 mendatang. Selain untuk meningkatan mutu pendidikan, kesehatan, event ini juga mengusung misi untuk menginisiasi kegiatan penjelajahan bagi kalangan generasi muda.

Festival yang akan digelar di wilayah Kabupaten Bintang, Papua ini akan dimulai dengan pergelaran seni dan budaya, hingga ekspedisi pendakian Puncak Mandala (4.760 mdpl) dan Puncak Yamin (4.500 mdpl).

“Sebagai implementasi dari tema kegiatan FPP, Kami juga akan melakukan kegiatan live in dengan fokus pada pelatihan guru, peningkatan mutu kesehatan, hingga pendataan lingkungan dan sosio-antropologi. Di samping itu akan dilakukan pelatihan seputar budidaya apotek hidup, manajemen keuangan desa hingga pendokumentasian dari seluruh kegiatan,” terang Ketua Umum Wanadri Andi Angga Kusumah, melalui keterangan tertulisnya, di jakarta, Selasa (20/2/2018).

Untuk menyukseskan gelaran Festival Puncak Papua, Wanadri berkolaborasi dengan organisasi nirlaba yakni Indonesia Mengajar yang selama ini berkonsentrasi pada kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia.

“Semoga apa yang kami lakukan bisa menginisiasi pemuda Indonesia untuk terus berkontribusi kepada negara, terlebih pada upaya peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan penjelajahan alam,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Festival Puncak Papua Dzaki Tirta mengatakan, kegiatan ekspedisi pendakian besar dalam rangkaian FPP dimaksudkan guna membuka ruang informasi yang seluas-luasnya terkait dengan potensi kewilayahan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Pasalnya, hingga kini belum terdapat informasi yang detail perihal Puncak Yamin lantaran gunung ini belum pernah didaki.

“Ekspedi Puncak Yamin akan menjadi ekspedisi perintisan jalur pertama menuju Puncak Yamin dan menghabiskan waktu 16 hari. Selain itu,ekspedisi ini juga membawa semangat nasionalis untuk mengukuhkan nama Puncak Yamin yang diambil dari nama Pahlawan M. Yamin, yang mana di luar Indonesia kebanyakan orang mengenal puncak ini dengan nama ‘Prins Henrik Top’,” tutur Dzaki.

Sementara itu, Direktur Indonesia Mengajar Haiva Mudzaliva mengajak sebanyak mungkin orang untuk terlibat mendukung pendidikan di Papua. “Kita semua punya mimpi yang besar untuk masa depan pendidikan di Papua dan optimisme untuk bisa mewujudkannya bersama-sama,” katanya.

Indonesia Mengajar dan Wanadri sama-sama memiliki pengalaman bekerja di Pegunungan Bintang. Indonesia mengajar telah mengirimkan tiga angkatan pengajar muda di wilayah tersebut, sedangkan Wanadri adalah organisasi pencinta alam yang berhasil mengirimkan tim ekspedisi dari Indonesia yang pertama mencapai puncak Gunung Mandala.

Festival Puncak Papua menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia yang memiliki semangat untuk memajukan pendidikan dan ingin pergi bertualang di Papua. Festival Puncak Papua membuka akses untuk pendidikan dan pariwisata di pegunungan Bintang Papua.

Diharapkan, untuk masyarakat lokal terutama anak-anak semakin terinspirasi dan semangat belajar untuk meraih cita-cita karena bertemu dengan banyak petualang dari berbagai macam latar belakang profesi. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.