Inilah salah satu jejak “Kesultanan Mataram” di Jakarta

0 188

Oleh :Humaidi S*

Masjid Jami Matraman dahulu bernama Masjid Jami Matraman Dalem yang artinya ‘masjid jami para abdi dalem’ atau para pengikut setia Kasultanan Mataram. Hal ini berkaitan dengan nilai historis masjid yang didirikan pada 1628, ketika Sultan Agung Hanyokrokusumo berupaya merebut Batavia dari tangan VOC.

Daerah sekitar Matraman sekarang, dahulunya menjadi tempat bermukim prajurit- prajurit Kasultanan Mataram yang kemudian berubah nama menjadi Mataraman dan Matraman. Matraman meliputi daerah sepanjang Jalan Salemba Raya di Jakarta Pusat sampai ke Pasar Jatinegara, Jakarta Timur (dahulu disebut orang Meester Comelis).

Masjid Jami Matraman

Dalam sejarah, tercatat dua kali Sultan Agung mengirimkan pasukannya ke Batavia. Setelah gagal untuk kedua kalinya, akhimya Sultan Agung menarik kembali pasukannya ke markas pusat di Yogyakarta. Akan tetapi, tidak sedikit prajurit Mataram tersebut yang enggan kembali ke markasnya.

Setelah tidak lagi berjuang di medan perang, para prajurit sukarelawan ini pun mengalihkan perjuangannya di medan dakwah, menjadi penyebar agama Islam di seluruh pelosok-pelosok Betawi. Mereka melebur dan menikah dengan penduduk pribumi dan melahirkan generasi baru kaum Betawi yang militan.

Pada tahun 1837 M masjid yg sederhana kemudian direnovasi dan dibangun lebih baik, dengan arsitektur yang diilhami bentuk masjid di Timur Tengah dan India.

Ketika masjid ini selesai dibangun maka shalat Jumat pada saat peresmiannya, langsung dipimpin Pangeran Jonet dari Yogyakarta, salah seorang ahli waris Pangeran Diponegoro, Wangsa Mataram. ***

*Penulis adalah Sejarawan Betawi

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.