Program OK Otrip Disambut Positif Sopir Tanah Abang

0 77

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Program One Karcis One Trip (OK OTrip) yang ditawarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disambut positif kalangan sopir di tanah abang. Meski tidak semua sopir memahami program itu, namun semangat program OK Otrip dinilai akan memberi manfaat.

“Kami sih mendukung program ini. Pasti niatnya baik. Hanya kami perlu lagi diberi penjelasan,” ujar Yono, seorang sopir angkot di Tanah Abang, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, Pemprov DKI perlu melakukan sosialisasi kepada para sopir. “Setelah demo kemarin, kami sudah dengar program ini dari pak Wagub, hanya jujur kami belum ngerti benar.  Untungnya kami gimana, karena kami ini kan, sistem setoran. Terus gimana pembagiannya,” imbuhnya.

“Saya sih yakin aja ini yang terbaik. Intinya kami tidak keberatan diberikan OK Otrip ini. Memang kalau saya pelajari pak wagub ini memang ingin mensejahterakan pengusaha kecil, intinya kami tidak keberatan,” kata Sitombo, salah satu pelaku usaha kecil.

Soal pembagian waktu kata dia, sudah tepat. “Kami setuju dengan pemerintah. Ada 2 sif OK Otrip jam 5 pagi sampai jam 1 dan jam 1 sampai jam 10 malam,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI melalui Wakil Gubernur Sandiaga Uno mencapai kesepakatan dengan perwakilan sopir angkot Tanah Abang yang sempat melakukan aksi mogok jalan.

“Pemprov DKI dan para perwakilan sopir setuju. Kesepakatan pertama bahwa Pemprov DKI sepakat untuk setuju untuk mendukung OK Otrip. Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat implementasi OK Otrip,” terang Sandiaga, Jumat (2/2/2018) lalu.

Sandi mengatakan, sambil menunggu OK Otrip yang akan dikebut dalam waktu satu bulan, pihaknya akan mengatur operasional angkot dan Transjakarta Tanah Abang Explorer.

“Kami menyepakati modal kerja akan ditanggung modal kerja yang dimiliki pemilik kendaraan atau koperasi akan dibahas segera. Sehingga satu niat kita untuk naiknya kesejahteraan peningkatan penghasilan dari trayek Tanah Abang kembali normal dan kita kembalikan rasa keadilan karena teman-teman,” imbuhnya.

Semnentara itu, Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan, seluruh pihak sepakat menggunakan skema OK Otrip dengan harga lama Rp3.459,36ribu/kilometer.

“Sambil menunggu implementasi OK Otrip kita melakukan modifikasi teruatama layanan angkot dan Transjakarta Tanah Abang Explorer,” kata Andri.

Untuk modifikasi trayek, pukul 15.00 WIB sampai dengan beroperasi seluruh angkot bisa melewati jalan Jatibaru Raya stasiun sisi barat dari arah selatan ke arah utara. Pukul 08.00 sampai 15.00 Transjakarta Tanah Abang Explorer beroperasi seperti semula.

“Dan pukul 15.00 WIB sampai 08.00 WIB semua rute melalui depan Stasiun Tanah Abang dan blok A dapat dilalui angkutan umum bus kecil trayek JP0 3, JP3a, JP08, dan JP10 demikian. Jadi diulangi explorer bisa beroperasi,” tambah Andri. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: