Ketika Sandiaga Uno Merangkul Kepentingan Sopir Tanah Abang

0 113

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Gelombang aksi unjukrasa para sopir tanah abang yang memprotes penutupan Jalan Jati Baru disambut elegan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan mengedapakan dialog, solusipun dicapai. Para sopir angkutan kota (angkot) rute Jalan Jatibaru Raya-Tanah Abang akhirnya bergabung dengan program One Karcis One Trip (OK Otrip).

“Dari awal Pemprov lebih mengedepankan dialog untuk mencari solusi masalah ini. Kami harus merangkul mereka dan kami juga sudah bersepakat. Ini menjadi era baru dalam penataan transportasi di Tanah Abang,” terang Wagub DKI, Sandiaga Uno, Sabtu (3/2/2018).

Sandi berharap, era baru ini dapat diikuti seluruh pengusaha dan sopir angkot di seluruh DKI Jakarta. “Harapan kami, transportasi ini akan merembet ke seluruh wilayah DKI Jakarta,” ujarnya.

Menurut Sandi, dengan dukungan pengusaha dan sopir angkot Tanah Abang, implementasi program OK Otrip di DKI Jakarta ini akan cepat mewujud.

Sejauh ini, uji coba OK Otrip telah dilaksanakan mulai 15 Januari hingga tiga bulan ke depan, 15 April. Uji coba ini telah melayani tiga rute, yaitu Kampung Melayu-Duren Sawit, Semper-Rorotan dan Kampung Rambutan-Pondok Gede dengan jam roperasi mulai 05.00 hingga 23.00 WIB.

Selama menunggu OK Otrip diterapkan sepenuhnya di Tanah Abang dalam waktu satu bulan ini, Pemprov DKI dan sopir angkot menyepakati operasional trayek bus umum dan kecil diatur dalam sebuah skema yang bersanding dengan Transjakarta Tanah Abang Explorer.

“Kami juga menyepakati, bahwa modal kerja yang ditanggung pemilik kendaraan atau koperasi akan dibahas segera sehingga terjadi satu visi. Niat kita untuk kembalinya kesejahteraan dan peningkatan pendapatan atau penghasilan dari teman-teman sopir angkot itu kembali normal,” jelasnya.

Melalui program OK Otrip, Sandiaga menjanjikan para sopir mendapatkan gaji ke-13 dan BPJS. Para sopir juga akan diberikan gaji sesuai nilai UMP Rp 3,6 juta tiap bulannya. Kemudian, mereka juga tak perlu bekerja dari pagi hingga malam.

Para sopir yang mengikuti program OK Otrip hanya beroperasi delapan jam. Modal kerja gaji sopir dan bensin akan ditanggung pemilik kendaraan atau koperasi terlebih dahulu.

Era baru transportasi di Tanah Abang dan DKI Jakarta ini diapresiasi oleh Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Iskandar Abubakar.

“Kita berharap akan semakin banyak warga Jakarta yang menggunakan angkutan umum dalam aktivitas sehari-harinya,” terangnya.

Berdasarkan kajian Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, dari total 47,5 juta perjalanan di Jabodetabek pada 2015, baru 24 persen pengguna jalan menggunakan moda angkutan umum darat, seperti bus Transjakarta dan atau commuterline.

Dengan perincian, pengguna bus Transjakarta sebanyak 326.500 per hari, dan commuterline Jabodetabek sebanyak 759.564 per hari.

“Semoga dengan integrasi angkutan melalui OK Otrip, bisa meningkatkan persentase pengguna jalan yang menggunakan moda angkutan umum darat,” terang Iskandar.

Dukungan terhadap kebijakan ini juga diungkapkan oleh kalangan sopir yang sebelumnya menggelar aksi.

“Kami mendukung kebijakan ini. semogaini menjadi jalan keluar terbaik bagi kami,” terang Hendro, salah satu sopir di Tanah Abang, Senin (5/2/2018). (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: