Baru Uji Coba, Manfaat Program OK OTrip mulai Dirasakan

0 3.724

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Terobosan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Program One Karcis One Trip (OK OTrip) secara perlahan mulai dirasakan manfaatnya. Uji coba program itu untuk pengguna Mikrolet 03 jurusan Kampung Melayu – Duren Sawit, disambut antusias.

Menurut para sopir angkutan, salah satu dampaknya terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan.

“Sejak saya mengikuti program OK OTrip, volume penumpang meningkat 30 persen,” terang Untung Sriyono (50), salah satu pengemudi Mikrolet 03, di Terminal Kampung Melayu, Senin (5/2/2018).

Menurut dia, bila biasanya dalam sehari ia bisa mengangkut penumpang sebanyak 70 penumpang dalam empat rit, kini meningkat sejak mengikuti program OK OTrip.

“Yang paling terasa kalau saat weekend, penumpang saya naik hingga 50 persen. Rupanya banyak warga mulai tertarik memanfaatkan OK OTrip ini,” tambahnya.

Ketua Koperasi Budi Luhur selaku operator OK OTrip 2, Saut Hutabarat mengatakan, hasil evaluasi dalam dua pekan pertama, memang terjadi peningkatan volume penumpang. Bahkan banyak penumpang meminta agar dilakukan penambahan armada.

“Diprogram OK OTrip 2 ini ada 15 armada reguler yang beroperasi. Empat armada lainnya, menyusul akan dioperasikan dengan fasilitas AC,” ucapnya.

Menurutnya, meningkatnya jumlah penumpang karena adanya penambahan rute Mikrolet 03, yang sebelumnya dari Terminal Kampung Melayu-Kompleks PWI dengan jarak enam kilometer, kini diperpanjang hingga ke RSUK Duren Sawit, menjadi 10 kilometer. Bahkan jam operasional ditambah dari semula pukul 04.00-18.00 kini sampai pukul 22.00.

“Rotasi per hari yang tercapai saat ini juga baru sembilan rit dari target 13. Kita belum capai target 13 rit karena rutenya sangat padat, banyak titik kemacetan lalu lintas,” tuturnya.

Terkait titik kemacetan, Kepala Seksi Angkutan Jalan Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Umbul Gunawan membenarkan dari hasil evaluasi awal. Selain kemacetan lalu lintas, minimnya bus setop atau tempat pemberhentian juga menjadi salah satu faktor.

“Jumlah bus setop saat ini ada 21 titik. Setelah evaluasi ternyata memang perlu penambahan bus setop hingga menjadi 30 titik. Ini untuk mempermudah penumpang transit ke Transjakarta maupun armada lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Pengembangan Bisnis & SDM PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, hingga saat ini sudah 3.000 kartu OK Otrip yang beredar di masyarakat. Kartu tersebut dapat dibeli di beberapa halte transjakarta.

“Sampai sekarang lebih kurang sudah 3.000 kartu OK Otrip yang beredar, artinya yang sudah dimiliki warga,” terangnya.

Menurut Welfizon, kartu OK Otrip sudah mulai beredar di masyarakat sejak pertama kali diluncurkan pada 22 Desember 2017. Selain untuk angkot OK Otrip yang saat ini mulai diuji coba, kartu tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk naik transjakarta yang terintegrasi.

“Masyarakat bisa menikmati tarif Rp 3.500 dengan kartu ini di seluruh gate transjakarta dalam durasi tiga jam. Jadi, saat tap in pertama hingga tap in terakhir selama tiga jam tarifnya itu maksimal Rp 3.500,” urainya.

Untuk penerapan kartu kata dia, hanya berlaku untuk satu orang. Hal ini terkait pemanfaatan satu tarif dalam kurun waktu tiga jam yang diberikan transjakarta. (BJ/MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.