Saat Pidato, Presiden Jokowi Diganjar Kartu Kuning

0 204

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Kunjungan Presiden Joko Widodo pada acara Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia (UI) di Gedung Balairung UI, Jumat (2/2/2018), diwarnai aksi protes mahasiswa.

Saat Jokowi sedang berpidato, Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa yang duduk di barisan depan, tiba-tiba berdiri. Sambil meniupkan peluit, Zaadit Taqwa mengacungkan kartu kuning. Aksi Zaadit ini dilakukan layaknya seorang wasit sepak bola yang sedang memberikan kartu kuning kepada pemain yang melakukan pelanggaran.

Akibat tindakannya itu, Zaadit pun diamankan oleh Paspampres ke luar ruangan. Tindakan Zaadit yang terekam melalui camera handphone itu, kini telah beredar luas di jagad media sosial.

Kartu kuning yang diacungkan Zaadit ke Jokowi sebenarnya adalah buku yang berisi lagu Mars UI dan hal lainnya. Zaadit sendiri merupakan mahasiswa aktif dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Sebelum insiden itu terjadi, sejak awal, gerakan protes sudah dipersiapkan oleh mahasiswa.
Gerakan mahasiswa itu terhimpun dari berbagai elemen yang terdiri dari BEM UI, BEM FKM UI, BEM Psikologi UI, BEM FF UI, BEM FIB UI, BEM FMIPA UI, BEM FKG UI, BEM FIA UI, BEM Fasilkom UI, dan BEM Vokasi UI.

Gerakan mahasiswa ini dirancang secara kreatif untuk menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke Universitas Indonesia untuk memberikan sambutan pada acara Dies Natalies UI yang ke-68.
Aksi kreatif mahasiswa dilakukan dalam bentuk freeze mob dengan membawa berbagai sign dan terdapat simbolik meniup peluit dengan disertai pemberian kartu kuning.

Menurut Zaadit, maksud dari gerakan freeze mob adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui fakta-fakta yang tertulis pada sign mengenai isu gizi buruk yang menimpa Asmat, isu penghidupan kembali dwifungsi POLRI/TNI, dan penerapan peraturan baru Organisasi Mahasiswa. Aksi simbolik membunyikan peluit dan pemberian kartu kuning yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, bermaksud untuk memberi peringatan Presiden karena masih banyak isu yang membuat masyarakat resah atas kondisi Indonesia.

“Isu gizi buruk di Asmat, dwifungsi Polri/TNI, dan peraturan baru ormawa merupakan isu yang mengkhawatirkan bagi masyarakat Indonesia di penutup tahun 2017 dan awal tahun 2018, sudah seharusnya Presiden Joko Widodo diberi peringatan untuk melakukan evaluasi di tahun keempatnya,” terang Zaadit.

Presiden Joko Widodo sendiri dalam pidatonya meminta Universitas Indonesia (UI) terus memperbaiki kurikulum dan agenda riset. Menurut dia, UI harus terus berbenah untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada UI karena telah memberikan kontribusi dalam pemerintahan yang dipimpinnya. UI menjadi universitas yang menyumbang lulusan terbanyak di Kabinet Kerja.

Pernyataan Jokowi ini disambut tepuk tangan hadirin. Ia menyebutkan ada lebih dari enam menteri dan staf khususnya, yang merupakan alumni UI, seperti Darmin Nasution, Puan Maharani, Nila Moeloek, Sofjan Djalil, Bambang Brodjonegoro, Moeldoko, Johan Budi, dan Sukardi Rinakit. (MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: