Gairah Investor Arab Saudi Masuk Indonesia Kian Menggeliat

0 136

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Gairah para investor dari Arab Saudi untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia terus menggeliat. Setidaknya, minat para investor mulai kelihatan di beberapa sektor, seperti property, pariwisata, pendidikan, pertambangan dan energi. Sasaran investasi ini tersebar diberbagai kota di tanah air.

Di Sulawesi Selatan misalnya, sejauh ini investasi Arab Saudi di daerah itu mulai kelihatan.

“Kalau melihat investasi yang sudah ada, nilai investasi Arab Saudi di Sulawesi Selatan sudah mencapai sekitar Rp 30 miliar,” jelas Ceo Al Buruj Tourism, H Muh Wadi, Jumat (2/2/2018).

Al Buruj Tourism sendiri merupakan salah satu perusahaan yang banyak memfasilitasi investor dari jazirah Arab untuk masuk ke Indonesia.

“Kalau di Jakarta, dana investasi dari Arab Saudi itu banyak masuk ke sektor properti, real estate,” katanya.

Al Buruj sendiri, selaku pihak yang menjadi mitra pengusaha-pengusaha Arab Saudi, tengah mengkaji prospek berinvestasi di Sulsel. Baik itu dari segi keuntungan maupun dari segi keamanannya.

Beberapa waktu sebelumnya, para investor dari Arab Saudi menggelar The First Saudi Arabia Investor Forum dengan fokus industri real estate, di Jakarta. Dalam acara itu, para investor Arab Saudi dipertemukan dengan para pengusaha dan regulator di Indonesia.

Acara itu diinisiasi oleh Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Pemerintah Pusat Indonesia dan Pemerintah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambut baik acara tersebut. Menurutnya para pengusaha Arab Saudi sangat tepat untu mencari peluang investasi di Indonesia khususnya Jakarta.

“Anda datang ke Jakarta Anda tidak salah alamat. Anda datang ke tempat yang benar. Jakarta bukan hanya kota tapi Ibu Kota. Kami memfasilitasi investasi bukan hanya di sini tapi juga untuk seluruh Indonesia,” kata Anies dalam acara First Saudi Arabia Investor Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (15/1/2017) lalu.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan beberapa investor dari Arab Saudi berminat berminat investasi di bidang perumahan dan pariwisata di Kepulauan Seribu.

Total target investasi dari Arab Saudi diperkirakan mencapai Rp 1.000 triliun selama lima tahun. Tahun ini, Rp 100 triliun dan ingin lapangan kerja lahir 200.000 lapangan kerja.

“Total target investasi kita Rp1.000 triliun selama lima tahun. Tahun ini Rp100 triliun dan kita ingin lapangan kerja lahir 200.000 lapangan kerja,” kata Sandiaga.

“Rata-rata target yang mereka sampaikan ada yang di kelas besar. Pengusaha kelas kakap itu 200-300 juta US Dollar yang mereka siapkan. Tapi ada juga yang ada di bawah 50 juta US Dolar. Jadi ini rata-rata pengusaha besar yang datang dari Saudi Arabia,” tambahWagub.

Sandiaga juga mengungkapkan investor Arab tersebut juga menawarkan untuk skema Usaha Kecil Menengah (UKM).”Jadi untuk pengusaha properti yang masih skala baru memulai, skala kecil, skala menengah itu nanti akan difasilitasi oleh REI (Real Estate Indonesia), Kamar Dagang Industri (KADIN) dan juga ada masyarakat ekonomi syariah,” terangnya.

Tak hanya gubernur dan wakilgubernur  DKI, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menawarkan pengembangan Bandara Internasional Lombok serta Kawasan Wisata Mandalika kepada para investor Arab Saudi.

Ia mengaku, telah melakukan pembicaraan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang menyatakan minatnya terhadap wisata Mandalika di Lombok.

“Saya nanti akan minta waktu secara khusus pada Duta Besar, selain saya ingin mendukung dari Pak Duta Besar yang tertarik Pada Mandalaika karena dia bilang bagus sekali, saya juga akan minta supaya ruang udara kita ditambah supaya kuotanya ditambah,” ujarnya.

Budi menambahkan pemerintah telah mengembangkan empat wisata sebagai Bali baru, yaitu Toba-Sumatera Utara, Yogyakarta, Lombok dan Labuan Bajo-Nusa Tenggara Timur. Menurut dia, selain memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan, harga tanahnya masih relatif murah, sehingga akan memberikan hasil yang baik bagi investor.

“Dengan mereka hadir dan konektivitas penerbangan jadi banyak memungkinkan teman-teman dari Arab Saudi berwisata di Toba, Borobudur dan lainnya. Secara khsusus memang kita punya konsep untuk investor Arab di Lombok, di Mandalika,” katanya.

Budi menuturkan bentuk pengelolaanya bisa didahului lewat kerja sama konsesi untuk Bandara Internasional Lombok.”Kita berikan kesempatan investor di bandara, artinya kita bisa kerja sama konsesi pada waktu tertentu untuk bandara dan dengan itu mereka memiliki suatu keterikatan karena kita juga akan kembangkan juga tempatnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Asosiasi Investor Arab Saudi di Indonesia Habab Alhanaya mengatakan pihaknya harus memanfaatkan potensi-potensi investasi di Indonesia.

“Insya Allah dalam waktu mendatang kita akan memperluas segmentasi daripada acara-acara, seperti ini bukan hanya ‘real estate’ saja tapi bidang pariwisata atau sektor lainnya,” katanya.

Dia mengatakan akan menanamkan modalnya di Lombok seperti yang Menhub sarankan.”Ada proyek sekarang, kita akan mempresentasikan dari Lombok. ‘Real estate’ baik dalam perhotelan ataupun perumahan,” katanya. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: