Sambut Gerhana Bulan, Takbir Menggema di Seantero Jakarta

0 78

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Fenomena Gerhana Bulan Total yang dikenal Super Blue Blood Moon yang terjadi malam ini (31/1/2018), disambut  antusias oleh seluruh lapisan sosial di tanah air, termasuk di Jakarta. Gema takbir pun terdengar hampir disetiap masjid. Tak hanya itu, warga juga bertebaran di berbagai tempat untuk menyaksikan momentum bersejarah ini.  

Di Jakarta, umat muslim menggelar shalat gerhana (Khusuf) yang dirangkaikan dengan khotbah di setiap masjid, seperti di masjid Istiqlal. Shalat sunah dua rakaat itu digelar pada pukul 20.00 WIB.

Selain di masjid Istiqlal, beberapa masjid juga melaksanakan Shalat Gerhana seperti Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) di Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Masjid At-Tin, kompleks TMII, Jakarta Timur, Masjid Raya Al-A’zhom, Tangerang, Banten. Ada juga di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara dan Lapangan futsal kawasan Monumen Nasional (Monas). Selain sholat, juga digelar  zikir bersama, tausiyah dan khutbah.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi ruang bagi warga Jakarta yang ingin menyaksikan fenomena ini. Pemprov DKI menjadikan momen bersejarah ini sebagai bentuk pariwisata baru yang diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat dengan gerhana bulan. Beberapa tempat bisa didatangi oleh warga untuk menyaksikan fenomena ini, seperti Planetarium, Taman Ismail Marzuki dan Kota Tua.  

Di Kota Tua sendiri, pihak pengelola kawasan wisata Kota Tua bekerja sama dengan komunitas astronomi, menggelar kegiatan pengamatan fenomena gerhana bulan total atau Supermoon di Taman Fatahillah, Rabu (31/1) malam.

“Satu dari tiga teleskop disambung ke layar lebar sehingga pengunjung bisa menonton fenomena langka ini,”Kepala UPK Kota Tua, Norviadi S Husodo.

Ia mengatakan, hingga jelang sore ini sudah sekitar 100 warga sudah mendaftar untuk menyaksikan gerhana bulan total melalui teleskop. “Setiap pengunjung kami berikan waktu sekitar satu menit,” ujarnya. 

Gerhana bulan kali ini dianggap istimewa karena ada tiga fenomena alam yang dapat disaksikan oleh masyarakat dan ini terjadi dalam siklus 150 tahunan. Pertama, gerhana bulan kali ini terjadi saat fase super moon, saat bulan berada di titik paling dekat dengan bumi. Kemudian akan ada fenomena bulan berubah menjadi berwarna biru dan merah darah. Terakhir adalah gerhana bulan total.

Ini membuat gerhana bulan kali ini disebut super blue blood moon atau gerhana bulan biru kemerahan. Gerhana bulan ini disebut sebagai gerhana bulan biru darah super (super blue blood moon).

Menurut BMKG, super blue blood moon dimulai pada pukul 17.49 WIB, gerhana sebagian dimulai pukul 19.48 WIB, gerhana total pada pukul 19.51-21.08 WIB, gerhana sebagian berakhir 21.11 WIB, dan seluruh proses gerhana berakhir pada 23.09 WIB. Ini peristiwa langka dan terakhir kali terjadi 152 tahun silam. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.