Giliran Sopir Angkot ‘Menggugat’ Kebijakan Tanah Abang

0 433

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penataan Tanah Abang kembali menuai protes. Kalangan sopir angkot dari berbagai trayek yang melewati kawasan Tanah Abang berunjukrasa di Balai Kota, Rabu (31/1/2018).

Dalam aksinya, mereka menuntut  agar Jalan Jatibaru yang digunakan untuk pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang kembali difungsikan seperti semula.

“Kami mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur agar membuka kembali Jalan Jatibaru itu,” terang Hamid, salah satu sopir.

Menurut para sopir, sejak Jalan Jati Baru ditutup, pendapatan mereka menurun, bahkan para sopir tak jarang kerap merugi. “Kita ini kesulitan, jangankan untuk kebutuhan sehari-hari, uang setoran saja sulit. Ini gimana, penumpang kita diambil oleh Transjakarta gratis itu,” keluhnya.

Sebelumnya, Bus Transjakarta Tanah Abang Explorer pada Senin (29/1) tak bisa beroperasi. Jalanan yang menjadi rute Transjakarta di kawasan tersebut diblokade oleh sopir angkutan kota. Para sopir dari beberapa trayek yang melewati kawasan Tanah Abang juga berdemo di Balai Kota pekan lalu.

Beberapa angkot yang terdampak adalah M08 rute Tanah Abang-Jakarta Kota, angkot M09 rute Tanah Abang-Kebayoran, angkot M10 rute Tanah Abang-Jembatan Lima, angkot M11 rute Tanah Abang-Meruya dan JB03 rute Grogol-Tanah Abang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya sudah mengundang Dewan Pimpinan Unit Organda Angkutan Lingkungan DKI, Petrus Tukimin, Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah untuk membahas seputar beberapa kebijakan mengenai tansportasi dan angkutan di jalan raya.  Ada beberapa kebijakan yang dibicarakan, di antaranya yaitu bagaimana merangkul angkot  masuk dalam OK Otrip.

“Saat ini kita masih menampung semua masukan sebagai bahan evaluasi penataan transportasi Tanah abang,” ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 30 Januari 2018 kemarin.

“Sebelum Pemprov DKI memiliki banyak dana, teman-teman angkot ini yang melayani masyarakat Jakata dengan layanan transportasinya. Saat ini, DKI sudah punya cukup pendanaan, ada Transjakarta. Sehingga, DKI layaknya harus bersanding juga dan merangkul para pengusaha transportasi ini untuk ikut bergabung dalam OK OTrip,” tambahnya.

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan menyayangkan sikap pengemudi dan pemilik angkot trayek Tanah Abang yang menghentikan operasional Tanah Abang explorer. Padahal, bus Tanah Tanah explorer itu membantu angkutan umum mendapatkan penumpang tanpa perlu mengetem lama di depan stasiun yang jelas menghabiskan waktu dan biaya operasional.

Selain itu, masyarakat yang masuk di kawasan Tanah Abang itu sangat terbantu dan tidak perlu mengeluarkan ongkos. Artinya, apabil Tanah Abang explorer itu dihapuskan, masyarakat dan pengemudi sendiri yang tersiksa.

Humas PT Transportasi Jakarta (Trasnjakarta), Wibowo mengatakan, operasional Tanah Abang explorer akan berhenti sampa waktu yang belum bisa ditentukan. Padahal, dalam sehari, operasiona bus tersebut mampu mengakut penumpang hingga 14.889 dengan 15 unit armada. (MJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: